Pemkab Pati Tanggung Biaya Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG

Desi Rossilawati
Kamis, 10 September 2026 | 13:39 WIB
Bagikan
Pemkab Pati Tanggung Biaya Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengecek kondisi siswa SMKN 4 Pati yang diduga mengalami keracunan MBG dan dirawat di RS KSH, Senin (9/2/2026)./visi.news/muria.

VISI.NEWS -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong mendapat penanganan.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Jakarta, Rabu (9/9/2026), usai menerima apresiasi untuk Kabupaten Pati sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.

Chandra menegaskan Pemkab Pati akan menanggung seluruh upaya penanganan korban. Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga karena menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Pemkab Pati, Kamis (10/9/2026).

Penanganan kasus dilakukan Pemkab Pati melalui koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujar Chandra.

Selain penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Pati Raih Apresiasi Ekonomi Kreatif

Di sisi lain, komitmen Pemkab Pati terhadap pengembangan ekonomi kreatif mendapat apresiasi dalam Malam Puncak Perayaan HUT Ke-15 KompasTV. Kegiatan tersebut berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Apresiasi sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif diserahkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Chandra. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian apresiasi KompasTV terhadap daerah yang dinilai memiliki perhatian terhadap inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Perhatian Pemkab Pati terhadap sektor tersebut diperkuat dengan ditetapkannya Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1036 Tahun 2026 tentang Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Periode Masa Jabatan Tahun 2026–2030 pada 2 April 2026.

Ketentuan tersebut kemudian disempurnakan melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1896 Tahun 2026 pada 2 Juli 2026.

“Apresiasi ini kami harapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati mulai mendapat perhatian di tingkat nasional,” kata Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad.

Salah satu agenda pengembangan ekonomi kreatif yang telah digelar adalah Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Fest. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Pati pada 31 Juli–5 Agustus 2026.

Selama enam hari, kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, festival kuliner khas, produk kreatif dari berbagai daerah, serta aktivasi komunitas dan kolaborasi kreatif.

“Kami ingin mengubah cara pandang dari sekadar memiliki potensi menjadi mampu mengelola potensi tersebut menjadi nilai ekonomi,” ujar Acep.

Menurut Acep, Pati memiliki modal kreatif yang kuat melalui kebudayaan, kuliner, pertanian, perikanan, kerajinan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan melalui ekosistem yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, serta lembaga keuangan.

“Ekonomi kreatif di Kabupaten Pati harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar kegiatan pendukung,” kata Acep.

Ia menyebut penguatan ekonomi kreatif ke depan perlu diarahkan pada kebijakan dan regulasi, pengembangan talenta kreatif, akses pembiayaan dan pasar, digitalisasi ekosistem, serta penguatan ruang dan kegiatan kreatif.

“Harapannya Pati bukan hanya daerah yang memiliki banyak potensi, tetapi menjadi daerah yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi, membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.

Malam Puncak Perayaan HUT Ke-15 KompasTV tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta para tamu undangan dan pelaku ekosistem ekonomi kreatif. Kegiatan juga diikuti sejumlah tokoh, perwakilan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.