Pemkab Bandung Libatkan 5 LPK Dalam Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kejuruan Garmen
"Dinas Ketenagakerjaan, dalam hal ini mengambil kebijakan ketenagakerjaan bagaimana mempersiapkan angkatan-angkatan kerja untuk memiliki kompetensi sesuai dengan lapangan kerja yang ada di Kabupaten Bandung," jelasnya.
"Kebetulan, Kabupaten Bandung adalah daerah industri, yang mayoritas industrinya itu 70 persen tekstil dan garmen. Kebetulan kita hari ini membuka pelatihan garmen maupun jahit sebanyak 100 orang angkatan kerja yang dibagi kerjasama dengan 5 LPK swasta yang ada di Kabupaten Bandung," imbuhnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan mengatakan setiap LPK mendapatkan peserta 20 orang. Ia berharap para peserta itu terserap oleh lapangan kerja, namun sebelumnya LPK itu harus mengadakan MoU dengan industri yang ada.
"Setelah mereka dilatih selama 30 hari, kemudian mereka juga diuji kompetensi dan nantinya mendapatkan sertifikat kompetensi standar nasional. Artinya, sertifikat ini bisa berlaku di mana saja di wilayah Indonesia untuk bekerja di bidang jahit ataupun garmen," katanya.
Ia mengatakan melaksanakan pendidikan dan pelatihan ini untuk menyesuaikan antara kesenjangan di lembaga pelatihan maupun di industri yang sebenarnya.
"Maka kita lakukan pemagangan selama 25 hari. Mudah-mudahan magang langsung di industri, mereka bisa menyesuaikan selama 25 hari itu untuk menjadi bisa bekerja. Sehingga perusahaan juga secara produktifitas akan mengangkat mereka-mereka yang sudah terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan di perusahaan industri tersebut," tuturnya.
Jadi, kata Rukmana, intinya bagaimana di dalam situasi dan kondisi gejolak perekonomian global yang ada imbasnya ke Indonesia, bahkan Kabupaten Bandung.
"Terutama industri ekspor. Maka tidak sedikit juga, memang pasarnya itu ada di kita. Masyarakat Indonesia itu banyak sekali yang tidak lepas dari garmen atau pakaian. Mudah-mudahan kita bisa memenuhi pasar dalam negeri sendiri, tidak kalah dengan hasil produk luar negeri, sehingga karyawan di industri tersebut bisa merekrut pegawai asal Kabupaten Bandung. Untuk itu, ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan wirausaha, mulai dari usaha tata busana atau menjahit, sehingga bisa menerima pesanan saat berada di rumah," cetusnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!