Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Pemkab Bandung Lanjutkan Assessment Pasca Longsor di Nagreg Bandung

Desi Rossilawati
Kamis, 22 Mei 2025 | 09:40 WIB
Bagikan
Pemkab Bandung Lanjutkan Assessment Pasca Longsor di Nagreg Bandung

Ia menyebutkan akses ruas jalan di sekitar lokasi bencana longsor itu, yang sebelumnya tertutup material longsor dan membahayakan sudah dibersihkan dan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan.

"Kami juga berharap pemerintah desa setempat untuk terus melakukan pengawasan kepada warga sekitar, supaya jangan mendekati lokasi longsor. Lebih baik jauh dari lokasi bencana longsor karena khawatir mengancam keselamatan," katanya.

Uka Suska menegaskan jika melihat dari potensi ancaman longsor susulan masih ada. Apalagi sebelumnya terpantau masih ada longsoran kecil.

"Apalagi masih ada turun hujan dengan kondisi medan dan lokasi longsor yang cukup curam. Kita juga mengkhawatirkan ketika ada getaran bisa menimbulkan longsor," katanya.

Ia menyebutkan warga terdampak semuanya sudah dievakuasi ke sejumlah tempat penampungan atau pengungsian. Mulai dari musola, madrasah, selain di rumah kerabatnya.

"Kebutuhan makan dan minum sudah dilayani melalui dapur umum yang dibantu oleh Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung. Pemkab Bandung juga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana longsor. Apabila ada keluhan dari warga bisa disampaikan melalui desa setempat, kemudian ditindaklanjuti ke BPBD," ujarnya.

Menurutnya, penanganan bencana alam longsor di Kecamatan Nagreg itu ada kolaborasi dengan pihak OPD Kabupaten Bandung lainnya.

"Termasuk dengan kecamatan, desa dan sejumlah perusahaan lainnya yang menyatakan siap membantu untuk kebutuhan logistik dapur umum," katanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.