Pemkab Bandung Ikuti Rakor Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah
Terkait dengan makanan, minuman dan tembakau, Dicky mengutarakan, kelompok ini pada Agustus 2024 mengalami deflasi sebesar 0,60 persen atau terjadi penurunan indeks dari 109,19 pada Juli 2024 menjadi 108,54 pada Agustus 2024.
"Dari 3 (tiga) subkelompok pengeluaran pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami deflasi dan dua subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok makanan sebesar 1,01 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,23 persen dan subkelompok rokok dan tembakau sebesar 0,67 persen," tuturnya.
Ia mengatakan, kelompok ini pada Agustus 2024 memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,22 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu jeruk sebesar 0,10 persen, daging ayam ras sebesar 0,08 persen, bawang merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,07 persen.
Sedangkan pakaian dan alas kaki, katanya, kelompok ini pada Agustus 2024 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,02 pada Juli 2024 menjadi 106,09 pada Agustus 2024.
"Dari dua subkelompok pengeluaran pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi dan satu subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok pakaian sebesar 0,09 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok alas kaki sebesar 0.03 percent," ujarnya.
Dikatakan Dicky, kelompok ini pada Agustus 2024 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi maupun deflasi Kabupaten Bandung.
Sedangkan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, disebutkannya, kelompok ini pada Agustus 2024 mengalami deflasi sebesar 0,30 persen atau terjadi penurunan indeks dari 102,17 pada Juli 2024 menjadi 101,86 pada Agustus 2024.
"Dari empat subkelompok pengeluaran pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami deflasi, satu subkelompok mengalami inflasi dan dua subkelompok tidak mengalami perubahan indeks. Subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,59 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 0,32 persen," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!