Pemkab Bandung Ikuti Rakor Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah
"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen," jelas Dicky.
Ia pun turut menjelaskan enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen, kelompok transportasi sebesar 0,55 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,48 persen.
"Sementara dua kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok kesehatan dan kesehatan rekreasi olahraga dan budaya," katanya.
Menurutnya, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Agustus 2024, antara lain jeruk, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras dan daun bawang. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-to-d pada Agustus 2024, antara lain cabai rawit, cabai merah, air kemasan, tomat dan bawang merah.
"Pada Agustus 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,22 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen," ujarnya.
Ia menyebutkan, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok transportasi sebesar 0,05 persen.
"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,02 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen," sebutnya.
Sementara itu lima kelompok pengeluaran lainnya tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m kabupaten, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok kesehatan, kelompok Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya, dan kelompok pendidikan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!