Pemerintah Dorong Tata Kelola AI, Manusia Jadi Pengendali Utama
VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan Indonesia mendorong model tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang menempatkan manusia sebagai pengendali utama.
Menurut Nezar, pendekatan tersebut dirancang sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi AI yang dinilai berpotensi melampaui kerangka regulasi yang ada saat ini. Pemerintah, kata dia, berfokus pada penguatan sistem yang memastikan manusia tetap memiliki kendali penuh terhadap penggunaan teknologi.
“Fokus kita bukan pada kekhawatiran, tetapi pada desain sistem yang memastikan manusia tetap memimpin arah penggunaan AI,” kata Nezar dalam siaran resminya yang dikutip, Rabu (1/4/2026).
Dengan manusia sebagai pengendali utama, Nezar menambahkan, setiap sistem AI tetap berada dalam pengawasan manusia, terutama pada sektor yang berdampak besar seperti layanan publik, keamanan, dan ekonomi digital.
“Setiap sistem harus dirancang agar manusia bisa mengintervensi, mengoreksi, dan bertanggung jawab atas hasilnya,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional yang akan menjadi panduan pengembangan teknologi di Indonesia.
Peta jalan ini akan mengatur arah riset, penguatan talenta digital, kolaborasi lintas sektor, serta mitigasi risiko sejak tahap awal pengembangan.
Indonesia juga telah menetapkan sepuluh prinsip utama tata kelola AI. Prinsip ini menjadi standar dalam setiap pengembangan teknologi, mulai dari perlindungan data pribadi, transparansi sistem, hingga jaminan keadilan dan inklusivitas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!