Pemerintah Akan Bangun Jalur MRT Madiun - Purworejo. Ini Tujuannya
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 9 Januari 2022 | 20:49 WIB
VISI.NEWS | SOLO - Pemerintah mempertimbangkan untuk membangun infrastruktur transportasi massal berbasis rel, mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan Kota Madiun dengan Purworejo lewat Solo dan Yogyakarta.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengungkapkan rencana tersebut kepada wartawan seusai melakukan ground breaking dimulainya pembangunan jalur rel layang atau elevated rail ruas Solo Balapan - Kadipiro, di Simpang Joglo Solo Utara, Sabtu (8/1/2022).
"Saya tadi membicarakan dengan mas Wali Kota, Gibran, kemungkinan membangun MRT Yogyakarta - Solo yang murah, aman dan cepat. Kita akan membangun antara arah Purworejo dan Madiun di Jawa Timur, sehingga Yogyakarta dan Solo menjadi center aglomerasi," kata Menhub didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Budi Karya Sumadi mengungkapkan, alasan rencana pembangunan jalur MRT antara Kota Madiun dengan Kota Purworejo di wilayah Jawa Tengah yang melintas center aglomerasi Yogyakarta dan Solo, karena Kota Madiun jauh dari Surabaya dan Kota Purworejo jauh dari Semarang yang merupakan ibukota provinsi.
"Kalau Madiun dengan Purworejo bisa dihubungkan, dampaknya akan dapat mendekatkan kedua kota untuk pengembangan pariwisata. Multiplayer effectnya akan sangat besar sekali," jelasnya.
Menyinggung pembangunan rel layang di atas perlintasan sebidang Simpang Joglo, Menhub menyatakan, xi jalur tersebut ada masalah KA Bandara yang merupakan unggulan yang menghubungkan aglomerasi Klaten - Karanganyar - Madiun.
KA unggulan tersebut, saat ini baru melayani jalur Klaten - Solo Balapan - Bandara Adi Soemarmo dengan frekuensi perjalanan yang belum padat di Simpang Joglo menimbulkan kemacetan rata-rata 30 menit.
"Masyarakat tidak rela hardway sampai 30 menit itu karena macet luar biasa. Agar antara Madiun - Karanganyar - Solo - Klaten terhubung dengan baik menggunakan KA Bandara, hardway harus kita turunkan menjadi 15 menit," tandasnya.
Untuk merealisasikan upaya itu, sambung Budi Karya Sumadi, Kemenhub membuat rekayasa lalu lintas menggunakan konstruksi berupa Elevated Art Bridge Composite yang ikonik dengan Kota Solo.
Mengutip pernyataan wali kota Solo, Gibran, Menhub mengemukakan, Simpang Joglo yang merupakan persimpangan sebidang pertemuan 7 ruas jalan dengan jalur rel KA hampir sepanjang hari merupakan simpul kemacetan luar biasa.
"Pembangunan elevated rail, selain akan menjadi ikon baru Kota Solo, juga akan menyelesaikan masalah lalu lintas. Jalur KA dan jalur arus barang yang menghubungkan Surabaya - Solo - Jakarta selesai. Karena selama ini Simpang Joglo menjadi titik kemacetan pergerakan arus barang," lanjutnya.
Pembangunan elevated rail sepanjang 3 kilometer dari Solo Balapan sampai Kadipiro yang akan menelan biaya Rp 980 miliar lebih, merupakan tahap pertama dari proyek pembangunan jalur ganda rel KA antara Solo - Semarang.
Pada tahap kedua, setelah elevated rail selesai akhir 2022 akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur ganda rel KA sepanjang 7 kilometer sampai Stasiun Kalioso. Dijadwalkan pembangunan jalur ganda lanjutan tersebut selesai tahun 2023.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!