Pembuat Konten Harus Mempu Menjadi Agen Pemberantas Hoaks
VISINEWS |BANDUNG - Kehadiran teknologi saat ini sangat dapat mempengaruhi berbagai kehidupan masyarakat, ekonomi, dan lain sebagainya, penggiat content creator misalnya, saat ini siapa pun bisa menjadi pembuat konten dengan memanfaatkan berbagai aplikasi jejaring sosial.
Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) Reynaldi, menurutnya masyarakat perlu dilatih untuk mempertajam kemampuan digital dengan materi eksistensi digital, monetisasi konten, keamanan digital dan peran perempuan di media sosial.
"Kondisi seperti saat ini, pembuat konten sangat penting untuk bisa berkolaborasi, kolaborasi ini penting untuk bisa engagement konten di internet, bikin konten itu harus sustain, agar gak redup dan tetap bisa hidup si pembuat kontennya," katanya.
Kepada VISINEWS, Reynaldi mengungkapkan, hal yang terpenting bagi pembuat konten adalah harus memiliki niche atau spesialisasi tertentu, yang berpeluang untuk bisa mendatangkan reveneu bagi pembuat konten.
"Walaupun followers-nya masih sedikit, tapi karena ada niche-nya, banyak yang kemudian menghubungi untuk mengiklankan produknya," ungkapnya.
Pembuat konten, lanjut Reynaldi, harus meningkatkan kecakapan digital dan peningkatan skill bagi pesertanya, selain itu, diharapkan untuk menjadi agen-agen pemberantas hoaks dengan menyebarkan informasi cek fakta.
"Jadi tidak hanya fokus ke followers nya saja, pembuat konten juga harus mampun untuk menjadi penangkal informasi hoaks dan mampu untuk klarifikasi hoaks," pungkasnya. @eko.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!