Lahan Milik Pemkot Sukabumi Miring, Ayep Ungkap Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat
VISI.NEWS | SUKABUMI - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus berupaya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan pemerintah pusat.
Walikota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan bahwa secara umum sebagian besar program pusat telah dilaksanakan di wilayahnya. Namun, ia mengakui masih ada program pusat yang belum terlaksana, yakni pembangunan Sekolah Rakyat.
Ayep menegaskan program Sekolah Rakyat yang belum terlaksana berdampak langsung pada penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kota.
"Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, kita sekarang ini harus di atas 90. Ada program pemerintah pusat yang belum kita selesaikan, satu yaitu Sekolah Rakyat. Sehingga penilaian kita agak kurang baik di situ karena belum kita kerjakan, tapi yang lain-lainnya sudah kita kerjakan semua," ujarnya.
Ayep Zaki mengungkapkan bahwa kendala utama dalam pembangunan sekolah rakyat yakni lahan yang siap bangun. Adapun lahan yang dimiliki Pemkot Sukabumi, kondisinya miring sehingga membutuhkan pematangan lahan yang biayanya besar.
"Kendalanya, kota tidak punya tanah, tanah yang flat yang luasnya paling tidak 5 sampai 7 hektar, kita enggak punya. Punya tanah kita agak miring sedikit sehingga perlu ada pengolahan tanah dulu, biaya pengolahannya sangat mahal," ujarnya.
Sebagai solusinya agar program ini tetap berjalan, Pemerintah Kota Sukabumi akan membangun sekolah perintis. "Sehingga kita usahakan akan membikin dulu sekolah perintis Sekolah Rakyat," tambahnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!