Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026

Pelelehan Es Antartika Ganggu Sirkulasi Laut, Picu Cuaca Ekstrem

Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Maret 2025 | 22:30 WIB
Bagikan
Pelelehan Es Antartika Ganggu Sirkulasi Laut, Picu Cuaca Ekstrem
VISI.NEWS | BANDUNG - Perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah berdampak besar pada sistem kelautan global, termasuk melemahnya Arus Sirkumpolar Antartika (ACC). ACC merupakan arus laut terbesar di dunia yang mengalir searah jarum jam mengelilingi Antartika dengan angkutan air rata-rata mencapai 100-150 juta meter kubik per detik. Arus ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global serta mendukung ekosistem laut yang kaya di wilayah tersebut. Mengutip laporan Nature pada Jumat (7/3/2025), penelitian terbaru menunjukkan bahwa pencairan es di Antartika dapat memperlambat ACC hingga 20 persen pada tahun 2050. Fenomena ini terjadi akibat meningkatnya aliran air tawar dari es yang mencair, yang menurunkan kadar salinitas dan densitas air laut di sekitar Antartika. Akibatnya, proses tenggelamnya air yang kaya oksigen ke dasar laut, yang dikenal sebagai Air Dasar Antartika, menjadi terganggu. Gangguan ini berdampak pada sirkulasi termohalin global, jaringan arus laut yang bertanggung jawab atas distribusi panas, karbon, oksigen, dan nutrisi. Jika sirkulasi ini melemah, dampaknya meluas ke berbagai aspek lingkungan, termasuk naiknya permukaan laut, perubahan pola cuaca, serta gangguan ekosistem laut. Perlambatan ACC juga dapat mempengaruhi distribusi nutrisi di lautan. Arus ini memfasilitasi proses upwelling, yaitu pengangkatan nutrisi dari dasar laut ke permukaan. Jika proses ini terganggu, populasi fitoplankton yang menjadi dasar rantai makanan laut dapat menurun, mempengaruhi populasi ikan, mamalia laut, dan burung laut yang bergantung pada ekosistem tersebut. Selain itu, perubahan dalam ACC berpotensi mengubah pola cuaca global karena arus ini mempengaruhi distribusi panas di lautan. Hal ini dapat berdampak pada sistem tekanan atmosfer yang kemudian memengaruhi pola angin dan curah hujan, berkontribusi pada peningkatan cuaca ekstrem seperti badai, kekeringan, dan banjir. Dampak lain dari melemahnya ACC adalah meningkatnya suhu permukaan laut akibat berkurangnya sirkulasi air dingin dari Antartika ke lautan lainnya. Pemanasan ini dapat mempercepat pencairan es di wilayah kutub lain, seperti Arktik, yang berkontribusi lebih lanjut pada kenaikan permukaan laut global. Kenaikan permukaan laut menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir di seluruh dunia. Kota-kota besar dan lahan pertanian yang berada di daerah pesisir berisiko mengalami banjir, erosi pantai, serta intrusi air asin ke sumber air tawar. Hal ini dapat menyebabkan perpindahan penduduk, kerugian ekonomi, serta tantangan besar dalam perencanaan infrastruktur. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan upaya global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca guna memperlambat perubahan iklim. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai dinamika ACC dan sirkulasi termohalin diperlukan untuk memahami dampak perubahan ini serta merancang strategi adaptasi yang efektif. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.