Pelantikan Pengurus DKM Al Muttaqien di Komplek BBA, Ustadz Asep Saepullah, "Mesjid jadikan pusat peradaban"

ED
Minggu, 12 Mei 2024 | 06:16 WIB
Bagikan
Pelantikan Pengurus DKM Al Muttaqien di Komplek BBA, Ustadz Asep Saepullah, "Mesjid jadikan pusat peradaban"

VISI.NEWS | BALEENDAH - Dewan Keluarga Mesjid (DMI) Kecamatan Baleendah melantik pengurus baru Dewan Keluarga Mesjid (DKM) Al Muttaqien periode 2024-2029 di Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA) pada Sabtu malam, 11 Mei 2024.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris DMI Kecamatan Baleendah Ustadz Asep Saefullah, S.Pd.I, M.Pd.I., mewakili Ketua DMI Kecamatan Ustadz Acep Saefulrahman, S.Pd.I, Bendahara Ustadz Jaenudin, Ketua DMI Ranting Kelurahan Baleendah Ustadz Iwan Setiawan, S.Sos.I., Manggahang dan Jelekong, Ustadz Ismail dan Ustadz Ojat. Juga turut serta jemaah dan majlis taklim Al Muttaqien.

Ustadz Asep Saepullah yang didaulat untuk memberikan sambutan, mengawalinya dengan mengajak jemaah yang hadir membacakan salawat nabi.

Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya peran mesjid dalam membangun peradaban dan mengajak para pengurus baru untuk terus mengupgrading diri agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejarah dari dulu, kata Ustadz Asep, masjid tempat musyawarah. "Mesjid jadikan pusat peradaban. Bisa tidak kita melakukan mesjid sebagai pusat peradaban, seperti sejarah keberadaan mesjid, surau, sejak dulu yang banyak memberikan manfaat pada masyarakat," ungkapnya.

Untuk itu, Ustadz Asep menekankan, pentingnya pengurus mesjid untuk selalu mengupgrading terus pemahamannya sesuai perkembangan yang ada agar selalu bisa memberkan manfaat buat masyarakat.

Dijelaskannya, sebelumnya pihaknya akan melakukan pelantikan secara kolektif tiga kecamatan sekaligus dengan masing-masing kecamatan 100 DKM. Tiga Kecamatan Bedas (Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang), agar bisa menjadi pemicu untuk membuka wawasan masyarakat tentang DKM. "Karena selama ini masyatakat masih banyak yang mempertanyakan DKM itu dilantik oleh siapa?," katanya. "Dengan gebyar pelantikan tersebut jadi tahu siapa yang berwenang melantik pengurus DKM".

Ustadz Asep juga mengapresiasi kepedulian dari Ketua RW selaku Ketua Dewan Musyawarah DKM Al Muttaqien dan Ketua DKM Al Muttaqien yang baru dilantik.

"Alfadlo lil muttaqien. Ini merupakan amal jariah dari Pak RW, dari pengurus DKM, dan jemaah di sini. Terika kasih atas girahnya, mudah-mudahan kita semua diselamatkan segalanya, selamat dunia dan akhirat, juga dimanpukan untuk senntiasa bersyukur kepada Alloh SWT," ungkapnya.

Tiga Pesan

Dalam kesempatan itu, Ustadz Asep juga berpesan tiga hal penting yang perlu jadi fokus perhatian pengurus DKM Al Muttaqien. Pertama jamaah harus terbiasa menyumbangkan darah, "Karena kalau ada warga atau jemaah yang membutuhkan darah, mesjid bisa memberikan bantuan untuk jemaahnya yang sama-sama muslim," ungkapnya.

Kedua, Ustadz Asep juga menekankan pentingnya pengurusan sertifikat wakaf mesjid karena kalau ada masalah bisa kuat dengan keabsahan yang dimiliki. "Legalitas mesjid itu harus bisa diurus dan dipegang oleh pengurus DKM agar kalau ada permasalahan punya kekuatan hukum,"

Ketiga, Ustadz Asep berpesan agar menjaga keberagaman dan keharmonisan di masyarakat dengan saling mentoleransi perbedaan yang ada. "Saya juga menekankan kepada pengurus DKM agar jangan mempermasalahkan fiqih, lebih kedepabkan untuk menjaga kebersamaan dan saling toleransi," ungkapnya.

Sejarah bagi Komplek BBA

Ketua Dewan Musyawarah DKM Al Muttaqien Nurmawan, S.E., mengungkapkan bahwa selama ini baru pertama kali ada pelantikan kepengurusan DKM di Komplek Bumi Baleendah Asri. "Bagi kita ini sebuah sejarah baru ada pelantikan secara resmi bagi pengurus DKM Al Muttaqien, sebelumnya tidak ada. Ke depan semoga ini bisa menjadi acuan, konsisten, istiqomah dan bisa menjalankan pelantikan seperti ini," ungkapnya.

Pria yang biasa disapa Mas Mur ini juga mengapresiasi atas kemauan dan keikhlasan untuk menjadi pengurus, dan periodesasinya menjadi lebih lama. "Kita sebelumnya melakukan revisi dan ada perubahan periodesasi dari tadinya tiga tahun menjadi lima tahun sesuai dengan periodesasi kepengurusan yang diterapkan Pemkab Bandung," ungkapnya.

Ia berharap, ke depan bisa lebih banyak kegiatan dan perubahan-perubahan agar bisa lebih maju lagi dalam memakmurkan mesjid ini.

Disikapi dengan Ikhlas

Sementara Ketua DKM Al Muttaqien yang baru dilantik Ustadz Muslihudin mengungkapkan bahwa apa yang dipesankannya itu harus menjadi tugas yang dilaksanakan pengurus dengan ikhlas. " Amanat ini yang sangat berat tapi kita mesti bisa menyikapinya dengan ikhlas. Semoga kita bisa menjalankan tugas sebagai Pengurus DKM Al Muttaqien, akan bisa menjalankan amanat sesuai dengan yang diprogramkan. Mohon doanya, semoga Mesjid Al Muttaqien ke depannya bisa lebih baik lagi," ujarnya.

@mpa/asa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.