Pelantikan Kepala Pengadilan Militer Tinggi: Sunarto Tegaskan Peran Pemimpin dalam Perubahan
VISI.NEWS | JAKARTA - Pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Ruang Kusumah Atmadja, Tower Mahkamah Agung, Jakarta, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan dua Kepala Pengadilan Militer Tinggi. Mereka adalah Kolonel Kum Immanuel Pancasila, S.H., M.Si., yang menjabat Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, dan Laksma TNI Hari Aji Sugianto, S.H., M.H., yang kini memimpin Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.
Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 189/KMA/SK.KP1.2.2/X/2025 oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., yang menegaskan pemberhentian dan pengangkatan pejabat di lingkungan Peradilan Militer. Dalam acara yang berlangsung khidmat ini, kedua pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan untuk senantiasa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi keadilan, serta memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Dalam sambutannya, Prof. Sunarto menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari seleksi ketat dan akuntabel. “Keduanya adalah sosok yang sangat kompeten, yang telah malang melintang di dunia peradilan militer, dan saya yakin mereka mampu menjalankan tugas ini dengan penuh dedikasi,” ujarnya. Ketua MA juga menambahkan bahwa sebagai prajurit yang telah memegang teguh sapta marga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI, dedikasi dan loyalitas mereka tidak perlu diragukan.
Namun, Ketua Mahkamah Agung mengingatkan, di balik dedikasi sebagai prajurit, kedua pejabat ini juga memiliki tanggung jawab besar sebagai hakim dan pimpinan di peradilan militer. Mereka diharapkan dapat menjadikan penegakan hukum dan keadilan sebagai wujud pengabdian tertinggi kepada negara. "Sebagai seorang pemimpin, Anda harus menjadi teladan, membawa perubahan dan kemajuan untuk lembaga peradilan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Sunarto menekankan pentingnya peran seorang pemimpin dalam menjaga martabat lembaga peradilan. Ia menggambarkan peran pemimpin sebagai lokomotif yang mengatur arah lembaga. "Setiap perubahan yang terjadi di lembaga peradilan sangat bergantung pada inisiatif dan keteladanan pemimpinnya. Terutama di peradilan militer yang memiliki kultur ketentaraan yang sudah terbiasa dengan garis komando," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!