Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Pekan Depan, Menkeu Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025

Desi Rossilawati
Jumat, 2 Januari 2026 | 11:30 WIB
Bagikan
Pekan Depan, Menkeu Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, akan mengumumkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 pekan depan, termasuk defisit. Angka defisit diproyeksi membengkak meskipun diakui masih dalam batas aman.

Purbaya menjanjikan pengumuman kinerja dan defisit APBN pekan depan. Dia menyebut, besaran defisit akan sedikit lebih tinggi dari 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Mungkin agak bergerak sedikit, nanti hari Senin (5 Januari 2026) akan diumumkan, (bergerak) kira-kira ke atas," ungkap Purbaya dikutip dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, dia meyakini besaran defisit APBN tidak akan menembus batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang.

"Tapi yang jelas kita amankan tidak melanggar undang-undang. Jadi masih dianggap cukup bagus," ucapnya.

Diketahui, pencatatan kinerja APBN 2025 dilakukan secara final pada 31 Desember 2025. Pada konteks itu, defisit APBN juga turut dicatat dengan rasio belanja dan pendapatan negara.

Meski belum mau memberikan bocoran, Menkeu Purbaya melihat besaran defisit APBN masih dalam kategori yang baik. Apalagi, melihat alur perkembangan ekonomi nasional sejak awal 2025.

"Dengan keadaan ekonomi yang buruk di awal tahun ya, tahun lalu. Sekarang harusnya dengan ekonomi yang lebih bagus, harusnya ke depan defisit akan semakin terkendali," jelasnya.

"Dan yang penting ketika ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga semakin baik. Otomatis nanti akan terjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi," imbuh Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal memaksa ekonomi tumbuh 6 persen di 2026 ini. Beberapa hambatan investasi hingga sinkronisasi kebijakan menjadi upaya mendorong hal tersebut.

Dia memperkirakan, ekonomi RI tumbuh 5,2 persen di 2025. Sedangkan, pada 2026 dibidik mencapai 6 persen dengan sejumlah upaya yang akan dilakukannya.

"Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen, seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit untuk dicapai. 2025 kita sekarang masih angka untuk triwulan keempat di atas 5,5 persen, full year-nya sekitar 5,2 persen," kata Purbaya.

Beberapa caranya dengan menggenjot belanja anggaran negara sejak awal tahun. Kemudian, sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia. Pada saat yang sama, Purbaya akan membenahi aturan-aturan yang bisa menghambat masuknya investasi.

Dengan berbagai cata tadi, Purbaya mengatakan ekonomi Indonesia bisa naik 6 persen. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan dalam APBN 2026 di 5,4 persen.

"Sekarang saya bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6 persen, walaupun di APBN 5,4 ya, saya akan paksa dorong ke 6 persen, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar, karena kami semakin sinkron dengan bank sentral," tegas Purbaya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.