Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pedagang di Lapang Merdeka Sukabumi Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu

Desi Rossilawati
Senin, 21 Juli 2025 | 17:57 WIB
Bagikan
Pedagang di Lapang Merdeka Sukabumi Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu
VISI.NEWS | SUKABUMI - Juli (52), Pedagang Kaki Lima di Lapang Merdeka Kota Sukabumi menjadi korban peredaran uang palsu. Dalam dua pekan belakangan ini dirinya sudah dua kali tertipu uang palsu pecahan Rp 100 ribu. “Kejadiannya yang satu minggu kemarin, yang satu minggu sekarang. Uang palsunya 100 ribuan,” ujarnya belum lama ini. Juli menduga pelaku memanfaatkan situasi dikala pedagang sibuk melayani pembeli, sehingga dirinya tak sempat memeriksa setiap uang yang diperoleh, apalagi mengingat siapa saja pembeli saat itu. "Kalau hari Sabtu dan Minggu itu kan Lapang Merdeka ramai sama orang. Lapak juga suka banyak pembeli. Yang beli rokok, kopi, air mineral, dan sebagainya. Kayaknya itu dimanfaatkan pelaku buat belanja pakai uang palsu terus nyari kembalian dari uang asli. Terus uang palsunya itu saya lihat seperti sudah dilipat-lipat supaya tidak ketahuan," kata Juli. Dia menuturkan menyadari bahwa ada uang palsu ketika menghitung penghasilan berjualan. Warna dan bentuk uang palsu itu berbeda pada umumnya. Peredaran uang palsu ini membuat pedagang mengalami kerugian juga merugikan sehingga harapannya aparat kepolisian dapat mengungkap kasus ini. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.