PBNU Meminta Maaf atas Pertemuan Nahdliyin dengan Presiden Israel, Ungkap Dalang di Baliknya
Pertemuan antara lima orang Nahdliyin dan Presiden Israel Isaac Herzog, menurut Gus Yahya, tidak menghasilkan apa pun yang substansial, terutama terkait bantuan untuk Palestina. "Secara substansial tidak ada yang strategis, itu sebabnya saya bilang bahwa ini adalah inisiatif yang saya katakan gagal, karena nggak ada hasil apa-apa," ujar Gus Yahya. Ia juga menekankan bahwa dialog tersebut tidak membahas secara substansial bantuan untuk rakyat Palestina.
Gus Yahya menambahkan bahwa lima orang Nahdliyin yang terlibat tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membantu rakyat Palestina secara efektif. "Kalau kita punya pengetahuan yang cukup pertimbangan yang cukup, kita bisa melakukan engagement yang bisa sungguh-sungguh membuat kemajuan yang nyata," ujarnya. Ia mengingatkan bahwa PBNU sebelumnya pernah mengundang tokoh-tokoh Yahudi dalam forum R20 di Bali, yang bersamaan dengan G20, dan mengharapkan keterlibatan yang lebih bermakna di masa depan.
@shintadewip
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!