Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

PBB Beri Peringatan Dampak Perubahan Iklim di Asia, Termasuk Indonesia

Desi Rossilawati
Minggu, 17 November 2024 | 05:00 WIB
Bagikan
PBB Beri Peringatan Dampak Perubahan Iklim di Asia, Termasuk Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Badan Meteorologi Dunia (WMO) telah mengeluarkan peringatan khusus mengenai dampak pemanasan global dan perubahan iklim di Asia, termasuk Indonesia. Laporan 'State of the Climate in Asia 2023' menyoroti percepatan perubahan iklim seperti peningkatan suhu permukaan, pencairan gletser, dan kenaikan permukaan air laut. WMO melaporkan bahwa Asia adalah kawasan yang paling banyak dilanda bencana alam akibat perubahan iklim, dengan pemanasan yang terjadi lebih cepat dari rata-rata global. Trennya meningkat hampir dua kali lipat sejak periode 1961-1990, dan banyak negara di Asia mengalami tahun terpanas sepanjang sejarah pada tahun 2023. Pada tahun 2023, terdapat 79 bencana terkait bahaya hidrometeorologi yang dilaporkan di Asia, dengan lebih dari 80% di antaranya berupa banjir dan badai, menyebabkan lebih dari 2.000 korban jiwa dan sembilan juta orang terkena dampak langsung. Meskipun panas ekstrem meningkat, penduduk Asia beruntung karena tidak ada kematian yang dilaporkan akibat suhu ekstrem. "Sekali lagi, di tahun 2023, negara-negara yang rentan terkena dampak yang tidak proporsional. Sebagai contoh, topan tropis Mocha, topan terkuat di Teluk Benggala dalam satu dekade terakhir, menghantam Bangladesh dan Myanmar," kata Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana yang menjadi mitra dalam penyusunan laporan WMO. "Peringatan dini dan kesiapsiagaan yang lebih baik telah menyelamatkan ribuan nyawa," ia menuturkan. Laporan tersebut juga menunjukkan bagaimana kenaikan permukaan laut dari Januari 1993 hingga Mei 2023, yang melibatkan wilayah Indonesia. Diperkirakan bahwa kenaikan air laut akan menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050, sehingga 42 juta penduduk berisiko kehilangan tempat tinggalnya. Laporan ini menegaskan bahwa perubahan iklim dan pemanasan global memiliki dampak nyata bagi kehidupan manusia, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk meredam laju perubahan iklim. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.