PASSION | Karya Sastra Sunan Bonang Dijadikan Disertasi B.J.O. Schrieke "HET BOEK VAN BONANG" dan Tersimpan di Belanda
Dari warung destinasi sekitar 28 km lagi. Dalam bayangan kalo jalan datar biasalah. Setelah gowes 18 km datar2 saja, namun lambat laun jalan mulai menanjak dan panjang mirip-mirip jalan dari Banjar ke Pangandaran. Mental mulai goyah tenaga tinggal 10 wat waktu sudah sore jalan menanjak, "Ini ujian semangat-semangat," guman dalam hati.
Namun hati terhibur dengan pemandangan sore yang indah di pegunungan.
Alhamdulillah tiba di lokasi sekitar jam 18.30 WIB. Saatnya salat magrib di komplek makam Sunan Drajat. Nampaknya komplek ini yang terluas diantara komplek para wali lainnya. Di area parkir berjejer puluhan bus yang datang dari berbagai kota. Memasuki koridor yang panjang begitu asri dengan ornamen kayu yang artistik. Setelah ziarah saatnya salat Isya tiba, ada mesjid kecil yang semuanya terbuat dari kayu, seperti rumah.
Sunan Drajat atau Raden Syarifuddin atau Raden Qosim atau Sunan Mayang Madu yang juga masih keturunan Rasulullah Saw. Beliau adalah putra dari Sunan Ampel yang terkenal karena kecerdasannya dan kedermawanannya dan pelopor pendiri panti sosial yang sangat memperhatikan nasib kaum fakir dan miskin. Beliau merupakan saudara dari Sunan Bonang. Beliau juga seorang seniman pencipta tembang mocopat yakni Pangkur. Sisa-sisa gamelan Singo mengkok-nya Sunan Drajat kini tersimpan di Museum Daerah.
Hari sudah larut malam. Saatnya mencari tempat penginapan dan makan malam dekat situs. Soto Lamongan jadi pilihan makan malam. Saatnya istirahat tiba. Bada shlat subuh siap-siap berkemas lagi. Gowes dilanjutkan ke Situs Makam Maulana Ishaq ayahanda Sunan Giri yang berlokasi di pinggir Pantai Kemantren, sekitar 3 km dari situs Sunan Drajat.
Tiba di lokasi tampak mesjid yang cukup besar dan berdatangan para peziarah. Setelah ziarah saatnya keliling Pantai Kemantren dan sarapan pagi. Menu nasi cumi menjadi pilihan. Sarapan di pinggir pantai terasa nikmat sambil memandang laut yang luas diiringi riak-riak ombak. Perjalanan dilanjutkan lagi nenuju kota Tuban.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!