Pasar Kripto dan Bitcoin Bergemuruh, Investor Berhasil Meraih Keuntungan

ED
Jumat, 10 November 2023 | 10:34 WIB
Bagikan
Pasar Kripto dan Bitcoin Bergemuruh, Investor Berhasil Meraih Keuntungan

VISI.NEWS | JAKARTA - Pekan kedua bulan November telah menjadi periode yang dinamis bagi pasar kripto dan Bitcoin. Harga Bitcoin mengalami kenaikan menjelang akhir pekan, mencapai puncak intraday tertinggi di level US$ 37.972, sebelum kemudian bergerak turun di bawah US$ 37.000.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan kenaikan tiba-tiba ini terjadi seiring dengan meningkatnya kehebohan seputar ETF Bitcoin spot, yang memicu gelombang likuidasi jangka pendek dan mendorong harga di pasar kripto naik.

“Kabar terkait ETF BTC spot semakin ramai karena analis Bloomberg optimis bahwa aplikasi tersebut akan mendapatkan persetujuan pada awal tahun 2024, dengan keputusan SEC yang diantisipasi akan diumumkan pada tanggal 17 November mendatang,” kata Fyqieh dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Jumat (10/11/2023).

Hingga saat ini, SEC telah menolak berbagai permohonan untuk mengesahkan ETF Bitcoin spot, meskipun banyak pelamar, termasuk BlackRock, Fidelity, ARK Invest, dan 21Shares. Periode pembukaan persetujuan akan berlangsung hingga 17 November, dan jika SEC terus mengikuti pola penundaan, periode tersebut akan diperpanjang hingga 10 Januari 2024.

Tekanan Bitcoin

Fyqieh mengatakan harga Bitcoin mengalami penurunan karena sejumlah pelaku pasar memutuskan untuk mengambil keuntungan atas kenaikan signifikan yang telah tercapai sejauh ini. Kenaikan harga Bitcoin memicu lebih dari US$ 400 juta dalam perdagangan terbuka untuk dilikuidasi, yang merupakan jumlah terbesar sejak bulan Agustus.

“Selain itu, tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah adanya komentar dari Ketua Fed, Jerome Powell. Penurunan tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga di bursa saham AS, Wall Street, yang mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (9/11) waktu setempat. Penurunan ini menghentikan kenaikan beruntun terpanjang Nasdaq dan S&P 500 dalam dua tahun terakhir,” jelasnya.

Powell mengungkapkan kelegaannya atas penurunan tekanan inflasi, namun mengakui bahwa pencapaian target inflasi sebesar 2% masih akan memakan waktu. Selain itu, Bank Sentral AS "tidak akan ragu" untuk menaikkan suku bunga lagi jika diperlukan. The Fed akan tetap "bergerak hati-hati" untuk mengatasi risiko yang mungkin muncul akibat data ekonomi yang positif dalam beberapa bulan terakhir.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.