Paparan Suara Keras dan Kebiasaan Buruk Bisa Picu Gangguan Pendengaran
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 10 Juni 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gangguan pendengaran kerap dianggap remeh, padahal kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup dan memicu gangguan kesehatan mental. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mendengar memang cenderung menurun secara alami. Namun, gaya hidup juga memainkan peran besar dalam mempercepat kerusakan fungsi telinga.
“Saat kita masih muda, kita berpikir tidak ada yang dapat mengancam kita. Faktanya, separuh orang akan mengalami gangguan pendengaran saat berusia di atas 75 tahun,” ujar Dr. Howard W. Francis, profesor otolaringologi dari Universitas Duke.
Menurut para pakar, salah satu pemicu utama adalah paparan suara bising dalam jangka panjang, seperti konser musik keras, alat berat, atau penggunaan headphone dengan volume tinggi. Paparan di atas 85 desibel secara berulang bisa merusak sel-sel rambut halus di telinga dalam, yang tidak dapat pulih setelah rusak.
Cotton bud juga menjadi penyebab tersembunyi. Meski tampak sepele, membersihkan telinga dengan kapas justru bisa mendorong kotoran lebih dalam atau bahkan merusak gendang telinga.
“Sel-sel kulit di telinga hampir seperti ban berjalan. Ketika sel-sel baru tumbuh, sel-sel mati bermigrasi keluar sambil membawa kotoran telinga bersamanya,” kata Dr. Nandini Govil dari Emory University.
“Jika masuk terlalu dalam, kapas bisa menusuk gendang telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran,” tambahnya.
Langkah pencegahan penting dilakukan sejak dini. Mengenakan pelindung telinga di lingkungan bising, menghindari penggunaan cotton bud, serta membersihkan telinga secara aman merupakan beberapa di antaranya.
Lebih jauh, tes pendengaran secara berkala juga disarankan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. WHO menganjurkan pemeriksaan setiap lima tahun, dan lebih sering setelah memasuki usia 65 tahun.
Dr. Frank Lin dari Johns Hopkins menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan pendengaran.
“Mudah untuk merasa acuh tak acuh terhadap pendengaran Anda ketika itu adalah 'kotak hitam' yang tidak di ketahui sama sekali. Namun, ketika melihat dalam angka, itu sangat jujur. Angka tidak berbohong,” tegasnya.
Jika terjadi penurunan pendengaran secara tiba-tiba, hal itu perlu segera ditangani medis. Pengobatan seperti pemberian steroid akan lebih efektif jika diberikan dalam waktu singkat sejak gejala muncul.
Gangguan pendengaran tidak hanya menyulitkan komunikasi, tapi juga berdampak luas terhadap kondisi mental dan kognitif. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kerusakan bisa dicegah lebih awal. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!