Papandayan, Dari Letusan Menuju Pesona Tak Pernah Padam
Kepala Disparbud Garut, Luna Aviantrini, mengatakan bahwa meski destinasi wisata milik pemerintah daerah cenderung memiliki kunjungan yang stabil, namun sejumlah kawasan seperti Darajat Pass, Awit Darajat, dan Puncak Darajat juga menunjukkan peningkatan. Bahkan, ada kejutan dari Agrowisata Tepas Papandayan, yang berhasil menarik 17.043 pengunjung, melampaui angka kunjungan ke Papandayan sendiri. “Diluar dugaan, banyak wisatawan datang ke Desa Wisata Tepas Papandayan. Jumlahnya sangat menggembirakan,” ujarnya.
Tak heran jika Tepas Papandayan kini menjadi primadona baru di Garut. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati sensasi berendam di air panas alami dengan latar panorama Gunung Guntur. Keindahan alam berpadu dengan kenyamanan fasilitas menjadikan destinasi ini buruan wisatawan lokal maupun luar kota. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kawasan Papandayan dan sekitarnya terus berinovasi tanpa kehilangan jati diri alaminya.
Meski kini lebih dikenal sebagai destinasi wisata, Gunung Papandayan tetaplah gunung api aktif yang perlu dihormati. Karena itu, manajemen bencana menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata harus bersinergi dalam langkah preventif, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Alam memang tak bisa dikendalikan, tetapi dampaknya bisa diminimalisir dengan kesiapsiagaan dan edukasi yang tepat.
Kepala Dinas Pariwisata Garut, Budi Ganjar, menegaskan bahwa pengelolaan wisata Papandayan kini dilakukan dengan pendekatan wisata edukatif berbasis mitigasi bencana. “Gunung Papandayan bisa menjadi tempat belajar tentang bagaimana hidup berdampingan dengan gunung api. Wisatawan tak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tapi juga memahami arti kehati-hatian dan penghormatan terhadap alam,” ujarnya.
Kehadiran wisatawan pun membawa dampak ekonomi yang signifikan. Pedagang, pemandu wisata, dan penyedia jasa tenda di sekitar Papandayan mengaku mendapat berkah dari meningkatnya kunjungan. “Biasanya sepi kalau bukan musim liburan, tapi sekarang ramai terus. Banyak yang datang buat foto di Hutan Mati atau berendam di air panas,” kata Ibu Siti, pedagang makanan di area parkir Papandayan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!