Orang Lanjut Usia, Korban Tersembunyi dari Perubahan Iklim
Hal ini mencakup penanaman lebih banyak varietas tanaman yang tahan iklim, diversifikasi sumber pangan, strategi penghidupan, strategi berbasis masyarakat, dan pemanfaatan jaring pengaman sosial.
Para lansia juga mendapatkan dukungan dari anggota keluarga mereka dan memainkan peran penting dalam mewariskan praktik adaptasi kepada generasi muda.
Studi ini menunjukkan bahwa program dan kebijakan pemerintah sejauh ini tidak banyak membantu upaya ketahanan akar rumput di Indonesia Timur. Para penulis menyerukan investasi yang lebih besar dalam inisiatif adaptasi berbasis komunitas untuk warga lanjut usia, dengan strategi inklusif yang mempertimbangkan kerentanan unik para lansia.
Memaksimalkan kebijakan dan program nasional melalui intervensi di lima bidang kebijakan utama – perlindungan sosial, kesehatan masyarakat, mata pencaharian, perumahan dan infrastruktur masyarakat – untuk menjamin dan mempertahankan ketahanan populasi lansia yang rentan di Indonesia sangatlah penting.
Strategi inklusif lebih cenderung menciptakan peluang untuk memperkuat ketahanan lansia dalam skala besar.
Generasi lanjut usia di Indonesia menunjukkan diri mereka sebagai agen perubahan yang aktif, memanfaatkan pengalaman hidup mereka untuk membimbing komunitas mereka melewati masa depan yang tidak pasti.
Ketahanan dan inovasi mereka memberikan pelajaran berharga bagi pembuat kebijakan dan praktisi pembangunan yang berupaya mendukung mitigasi dan adaptasi iklim yang efektif, terutama di wilayah yang rentan dan miskin sumber daya.
Ketika dampak perubahan iklim semakin parah, memusatkan suara dan pengalaman lansia akan menjadi hal yang sangat penting. Bagaimanapun, mereka adalah orang-orang yang telah melewati badai di masa lalu, dan memiliki banyak hal untuk diajarkan dalam menghadapi cobaan yang akan datang.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!