Orang Lanjut Usia, Korban Tersembunyi dari Perubahan Iklim
Rahman dan Siti hanyalah dua dari jutaan lansia Indonesia yang tinggal di provinsi-provinsi bagian timur Indonesia yang menyaksikan langsung dampak buruk perubahan iklim.
Orang lanjut usia diabaikan dalam perbincangan global yang mendesak tentang perubahan iklim. Ketika iklim kita terus memanas dan pola cuaca semakin tidak menentu, orang lanjut usia menghadapi tantangan berbeda yang memerlukan perhatian dan strategi intervensi yang berbeda.
Mungkin hal ini paling benar terjadi di provinsi-provinsi di Indonesia Timur, di mana mata pencaharian, kesehatan, dan kesejahteraan para lansia berada dalam risiko yang sangat besar.
Pergeseran cuaca yang dramatis
Para peneliti dari Monash University sedang mengeksplorasi dampak perubahan iklim yang dialami oleh komunitas rentan, termasuk orang lanjut usia, di wilayah tersebut dan strategi ketahanan mereka untuk mengatasi tantangan tersebut.
Responden lanjut usia lainnya menggambarkan pergeseran dramatis pola musiman yang mengganggu praktik pertanian dan penangkapan ikan tradisional.
Kekeringan yang berkepanjangan, curah hujan yang lebih tinggi, dan angin yang tidak dapat diprediksi telah mempersulit penentuan waktu tanam, panen, dan penangkapan ikan. Akibatnya, kerawanan pangan meningkat secara dramatis, dan kelompok lanjut usia sering kali menjadi kelompok yang paling terkena dampaknya.
Dampak perubahan iklim juga diperburuk oleh kondisi wilayah Indonesia Timur yang terpencil dan kekurangan sumber daya. Akses terhadap layanan kesehatan, layanan sosial, dan infrastruktur untuk mengatasi cuaca ekstrem terbatas, sehingga menyebabkan kelompok lanjut usia sangat rentan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!