Operasional PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi Tahun 1443 H/ 2022 M Resmi Dibuka
ED
Editor
Fendy Sy Citrawarga
Jumat, 3 Juni 2022 | 14:40 WIB
VISI.NEWS | KOTA BEKASI - Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. Ajam Mustajam membuka secara resmi kegiatan operasional Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Bekasi 1443 H/ 2022 M, di Asrama Haji Bekasi, Jl. Kemakmuran No. 72 Kota Bekasi, Kamis (02/05/2022).
Pada fase pemberangkatan jemaah calon haji kali ini, PPIH Embarkasi Jakarta Bekasi mulai bekerja dengan pertama kalinya melayani jemaah haji kloter 1 asal Kabupaten Subang, Jumat (03/06/2022) hingga jemaah haji kloter 44 asal Kota Bekasi, Kab. Bekasi, dan Kab. Bandung, yang akan masuk ke asrama haji pada Sabtu (04/06/2022).
PPIH Embarkasi Jakarta Bekasi diperkuat oleh 21 orang Panitia Inti dan 185 orang Panitia Pendukung. Adapun yang terlibat dalam PPIH tidak hanya berasal dari Kementerian Agama, melainkan juga melibatkan lintas instansi, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerrian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, serta dari unsur TNI dan Polri.
Kepada petugas yang tergabung dalam PPIH, Kakanwil menegaskan agar meniatkan mewakafkan diri untuk melayani tamu Allah. Ia menginstruksikan PPIH agar memberikan pelayanan yang baik bagi jemaah haji. Jangan sampai jemaah kecewa dengan pelayanan dari PPIH. Karena kekecewaan yang muncul dari jemaah akan menjadi sorotan bagi kinerja PPIH.
Pelihara Kesabaran dan Keikhlasan
Sementara itu, fasilitas dan pelayanan untuk jemaah haji di Arab Saudi dari tahun ke tahun terus meningkat. Tentu hal ini akan memudahkan para jemaah haji melakukan aktivitas ibadahnya. Namun demikian, bukan berarti tidak ada ujian selama menjadi tamu Allah. Karena itu, kesabaran dan keikhlasan harus tetap dipelihara supaya tercapai derajat haji mabrur.
Demikian dikatakan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si., ketika memberikan pembekalan pada kegiatan bimbingan manasik haji massal calon jemaah haji Kemenag Kota Bandung di Gedung Pusdai Jln. Diponegoro Bandung, Kamis (2/6).
Pada kesempatan itu dilakukan pula doa bersama bagi Emmeril Khan Mumtaz, putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang mendapat musibah di Swiss.
Hadir pada acara tersebut antara lain Kabiro Kesra Pemprov Jabar Drs. H. Barnas Adjidin, MM, M.Pd., Ketua LPTQ Jabar, Prof. Dr. Kiai Badruzzaman, Para Ulama, Plt. Kabid Penais Kemenag Jabar, Plt Kabid PD Pontren dan Pais dan Pembimas Kong Hu Chu , para kepala kantor Kemenag se-Jabar,
Ajam menekankan tentang kesalehan dan kesabaran jemaah haji. Dia mencontohkan, pada 1990 hingga tahun 2000, tingkat kesalehan jemaah haji luar biasa. Pada saat itu air bersih seringkali telat. Namun kondisi tersebut dihadapi dengan sabar. Suplai air di Arab Saudi tidak seperti di Indonesia, yang menggunakan pipa. Di sana menggunakan tangki seperti pom bensin.
“Keadaan tersebut sangat berbeda dengan di tanah air. Air mudah di dapat. Bahkan di kampung-kampung air mengalir terus tanpa henti. Nah sekarang insyaallah semua fasilitas baik di Madinah, Mekah, Arafah, maupun Mina sudah jauh lebih baik. Sudah menggunakan teknologi digital. Pokoknya pelajari petunjuknya supaya tidak menghadapi masalah,” katanya.
Dia juga berpesan agar para jemaah haji jangan menyusahkan diri sendiri dengan berperilaku yang bisa membuat masalah. Semua fasilitas sudah mudah, sudah canggih. Sekarang tinggal belajar cara pemanfaatannya. Ini penting sebab haji itu ada dua aturan yang harus ditaati. Ada aturan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, ada juga aturan yang keluarkan Arab Saudi. Keduanya harus ditaati.
Menyinggun tentang haji mabrur, Ajam memberi contoh tentang kisah dialog malaikat yang mempertanyakan jumlah haji yang mabrur di antrara 700 ribu jemaah haji. Malaikat yang lain menjawab, tidak ada yang mabrur pada musim haji tahun itu. Kecuali seorang yang tidak melaksanakan haji karena ongkosnya diberikan kepada fakir miskin yang saat itu kelaparan.
“Semoga kita termasuk haji yang mabrur,” katanya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!