OCBC One Connect 2026 Buka Peluang Bisnis Indonesia-China
Direktur OCBC, Martin Widjaja, mengatakan OCBC One Connect dibangun sebagai jembatan bagi perusahaan China yang ingin masuk dan mengembangkan bisnis di Indonesia. Pada saat yang sama, platform tersebut juga membantu perusahaan Indonesia menjajaki peluang di China dan kawasan sekitarnya.
“OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China untuk masuk dan berkembang di Indonesia, sekaligus mendukung perusahaan Indonesia menjajaki peluang di China dan sekitarnya,” ujar Martin.
Tahun ini, OCBC mengangkat tema “Renewable Energy Value Chain Expansion” atau perluasan rantai nilai energi terbarukan.
Menurut Martin, transisi energi tidak hanya berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Perkembangan sektor tersebut juga dapat menjadi katalisator bagi investasi, kemajuan teknologi, penciptaan rantai pasok baru, hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tema tersebut dinilai relevan dengan arah perkembangan sektor energi nasional yang tengah membuka ruang lebih besar bagi energi baru dan terbarukan.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia mencapai 15,75% pada 2025. Sementara total kapasitas energi terbarukan yang terpasang mencapai 15.630 megawatt (MW).
Penambahan kapasitas pada 2025 juga menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Perkembangan tersebut menciptakan ruang kolaborasi yang semakin luas bagi berbagai pelaku industri.
Peluang tidak hanya terbuka bagi perusahaan energi, tetapi juga manufaktur, penyedia teknologi, investor, pengembang proyek, hingga lembaga pembiayaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!