Observatorium Bosscha: Jadi Pusat Pemantauan Hilal Setiap Tahunya dan Sejarah Astronomi Indonesia
Dalam sepuluh tahun pertama, Bosscha telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang optik bintang ganda dan penentuan garis bujur Bumi. Namun, Perang Dunia II menghentikan seluruh aktivitas penelitian, dan bangunan observatorium mengalami kerusakan.
Pascaperang, pada 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan Bosscha kepada pemerintah Indonesia. Pengelolaannya kemudian diserahkan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Hingga kini, ITB menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang menawarkan pendidikan astronomi dari tingkat sarjana hingga doktoral.
Status Cagar Budaya
Sebagai aset nasional, Observatorium Bosscha ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional pada 2004 dan Objek Vital Nasional pada 2008. Status ini diperkuat dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 184/M/2017 yang mengakui Bosscha sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat Nasional.
Perlindungan lebih lanjut juga tertuang dalam:
- Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kawasan Bandung Utara.
- Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!