NU Tegaskan Sikap Netral dalam Kompetisi Politik pada Sarasehan Ulama

Desi Rossilawati
Selasa, 4 Februari 2025 | 16:00 WIB
Bagikan
NU Tegaskan Sikap Netral dalam Kompetisi Politik pada Sarasehan Ulama
VISI.NEWS | JAKARTA - Sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih serta ulama dan cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri acara Sarasehan Ulama NU yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti serta Menteri Agama Nasaruddin Umar tampak hadir dan disambut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf beserta jajaran PBNU. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Wakil Rais Aam PBNU, Anwar Iskandar, juga turut menghadiri kegiatan tersebut. Acara ini difokuskan pada pembahasan mengenai Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang digelar dalam tiga sesi panel. Dalam pidato pembukaannya, Gus Yahya menegaskan pentingnya posisi NU sebagai entitas yang netral dari dinamika politik kekuasaan. Ia mengingatkan bahwa NU tidak boleh menjadi identitas politik yang bisa memicu perpecahan bangsa. "Dalam berbagai kesempatan kami menyampaikan NU tidak boleh terlibat atau melibatkan diri dalam entitas kolektif dalam kompetisi kekuasaan dalam politik kita," ujar Gus Yahya. Ia juga menegaskan bahwa NU memiliki lingkungan budaya yang luas dan seharusnya tetap berada dalam posisi sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan tanpa ikut dalam perebutan kekuasaan. "Nahdlatul Ulama tidak boleh dibiarkan tumbuh apalagi sengaja didorong untuk berkonsolidasi sebagai identitas politik, tidak boleh," ucap Gus Yahya @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.