Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Novita Hardini: Industri Tekstil Kita Tertekan Impor dan Biaya Produksi Tinggi

Desi Rossilawati
Senin, 21 Juli 2025 | 20:58 WIB
Bagikan
Novita Hardini: Industri Tekstil Kita Tertekan Impor dan Biaya Produksi Tinggi
VISI.NEWS | BANDUNG - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya langkah cepat dan konkret untuk menyelamatkan industri tekstil nasional dari ancaman keruntuhan akibat derasnya arus impor dan minimnya perhatian terhadap isu lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Jawa Barat, Senin (21/7/2025). Dalam kunjungan tersebut, politisi fraksi PDI Perjuangan itu menyebutkan bahwa biaya produksi yang tinggi, mahalnya bahan baku, serta minimnya pengelolaan limbah menjadi masalah serius yang membelit sektor tekstil nasional. Bahkan, menurut data BPS tahun 2024, Indonesia masih mengimpor tekstil dari Tiongkok sebesar 2,19 juta ton atau setara 8,94 miliar USD. “Kalau kita diam dan bergerak lambat, berapa banyak lagi industri dalam negeri yang akan gulung tikar? Di balik itu semua ada ribuan tenaga kerja yang terdampak. Kita tidak boleh membiarkan bangsa ini dijajah kembali, kali ini lewat sektor tekstil,” tegasnya. Lebih lanjut, Ia juga menyoroti rendahnya proporsi industri hijau di Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 35 persen. Legislator asal Trenggalek itu menilai bahwa investasi untuk pengolahan limbah tekstil dari level rumah tangga hingga industri besar masih sangat minim dan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. “Masalah limbah industri harus ditangani dari hulu ke hilir. Bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kelangsungan lingkungan hidup kita. Industri yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab ekologis,” katanya. Ia pun mendesak Kementerian Perindustrian agar lebih sigap dalam menangani permasalahan tekstil nasional, mulai dari keterbatasan bahan baku hingga regulasi yang berpihak pada pelaku industri lokal. Menurutnya, ekosistem industri hijau bukan sekadar tren global, tetapi menjadi penentu masa depan ekonomi nasional. “Kita butuh regulasi kuat dan insentif nyata bagi daerah-daerah yang aktif membangun industri ramah lingkungan. Sertifikasi hijau harus diperluas, dan teknologi pengolahan limbah harus mendapat dukungan maksimal dari negara,” tegasnya. Sebagai satu-satunya legislator perempuan dari Dapil VII Jawa Timur, Ia beserta komisi VII DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong legislatif, eksekutif, dan dunia industri agar bersama-sama mendorong transformasi tekstil Indonesia menjadi industri hijau yang berkualitas dan kompetitif di pasar global. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.