Nilai Ajaran Rasulullah SAW akan Tetap Abadi
Ia menambahkan bahwa tantangan umat Islam saat ini adalah kecenderungan fanatisme sempit. Banyak umat, menurutnya, lebih diajarkan untuk loyal pada tafsir kelompok atau mazhab tertentu, bahkan pada kelompok masyarakat yang mengaku sebagai keturunan nabi, bukan pada visi besar Rasulullah SAW tentang keadilan, kasih sayang, dan kemanusiaan.
Data survei sosial keagamaan dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan meningkatnya kelelahan publik terhadap konflik internal berbasis identitas keagamaan. Hal ini memperkuat pandangan bahwa masyarakat semakin merindukan teladan Islam yang substantif, tercermin dalam perilaku dan akhlak, bukan sekadar label.
Para ahli sepakat bahwa organisasi Islam, termasuk PBNU, akan tetap relevan selama mampu menjadikan visi kerasulan sebagai poros perjuangan. Namun jika terjebak dalam konflik kekuasaan dan kehilangan keteladanan moral, sejarah menunjukkan bahwa organisasi bisa melemah. Sebaliknya, ajaran Rasulullah SAW tentang kemuliaan akhlak diyakini akan terus hidup dan abadi sepanjang zaman.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!