Ngegowes di Bulan Ramadan Agar Bisa Puasa dan Tetap Sehat, Ini Tipsnya
Bersepeda saat puasa yang mengasyikkan bahkan bisa dilakukan sambil “ngabuburit”. Bersepeda selama 30 menit saja memiliki banyak manfaat. Olahraga ini mampu meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot, meningkatkan mobilitas sendi, hingga meredakan stres.
Setelah buka puasa
Setelah buka puasa juga menjadi waktu yang tepat untuk berolahraga . Tunggulah makanan dicerna dengan baik oleh tubuh. Kalau memaksakan diri untuk olahraga di saat makanan belum selesai dicerna, kerugian yang didapatkan. Hanya waktunya pendek, sekira 30 menit, sebelum salat Isya dan Tarawih.
Opsi lainnya adalah tidak mengonsumsi makanan berat saat berbuka puasa supaya sesi olahraga Anda efektif dan optimal. Setelah berolahraga, barulah bisa mengonsumsi makan berat.
Setelah salat Tarawih
Setelah Isya dan tarawih juga jadi waktu yang disarankan untuk berolahraga. Pada jam 20.00 ke atas, makanan yang dilahap saat buka puasa sudah tercerna dengan baik. Sesi olahraga yang dilakukan pun jadi lebih berenergi. Ingatlah, sesi olahraga pada bulan puasa tidak boleh melebihi 60 menit. Selain itu, batasilah olahraga kardio sebanyak 2 kali saja dalam seminggu.
Sebelum mengetahui berbagai jenis olahraga saat puasa, perlu ditegaskan bahwa olahraga fisik ketahanan, plyometrics, kecepatan, dan kelincahan harus dihindari sepenuhnya. Dengan kata lain, pilihlah jenis olahraga yang ringan dan berintensitas rendah.
Jangan salah, olahraga ringan dan berintensitas rendah memiliki dampak baik untuk kesehatan tubuh. Sebuah riset dari Universitas Georgia, Amerika Serikat bahkan menyatakan, olahraga ringan berintensitas rendah bisa mencegah rasa lesu@asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!