Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing Cari Korban Banjir Bandang

Desi Rossilawati
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Bagikan
Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing Cari Korban Banjir Bandang

Banjir bandang di Nepal./visi.news/afp.

VISI.NEWSNepal menolak tawaran bantuan berupa pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara untuk menangani dampak banjir, meski bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan masih terdapat warga yang hilang.

Pejabat senior Kementerian Luar Negeri Nepal mengatakan pemerintah telah menerima banyak permintaan resmi maupun tidak resmi dari berbagai negara dan organisasi untuk mengerahkan tim penyelamatan.

Salah satu negara yang menawarkan bantuan adalah India. Namun, pemerintah Nepal memutuskan untuk menolak tawaran tersebut. Tawaran serupa juga datang dari China dan sejumlah negara lainnya.

"Kami juga menerima permintaan serupa dari China dan negara-negara lain, tapi kami menolak permintaan tersebut," kata pejabat Kemlu, dikutip The Straits Times, Sabtu (29/8/2026).

Selain India dan China, negara yang turut menawarkan bantuan antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mengatakan pihaknya menghormati keputusan pemerintah Nepal.

"Apapun permintaan yang diajukan oleh Nepal, kami akan menindaklanjutinnya," katanya.

Jaiswal mengatakan India telah mengirim lebih dari 47,5 ton bantuan kemanusiaan ke Nepal pada 28 Agustus. India juga menawarkan pengiriman jembatan Bailey dan rangka prefabrikasi untuk membantu penanganan dampak bencana.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Bank Dunia menyatakan siap memberikan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan Nepal.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Nepal mengatakan pemerintah telah membentuk Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT) untuk membantu menangani kebutuhan negara asing yang warganya terdampak banjir.

ERT tersebut dipimpin oleh wakil menteri luar negeri dan berfungsi sebagai pusat koordinasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri Nepal.

"ERT akan berfungsi sebagai badan koordinasi pusat di dalam kementerian untuk memfasilitasi pencarian, penyelamatan, verifikasi informasi dan bantuan konsuler terkait warga negara asing yang terdampak, hilang, atau terkait insiden banjir," kata pejabat itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal Lok Bahadur Poudel Chettri mengatakan kementeriannya juga telah mengirim seorang wakil sekretaris ke tim operasi khusus di Timure, Rasuwa.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan serta kondisi warga negara asing yang hilang atau tidak dapat dihubungi setelah bencana.

"Wakil sekretaris sedang berkoordinasi dengan tim keamanan di lapangan, dan informasi apa pun yang dia kumpulkan akan diteruskan langsung ke Kementerian Luar Negeri karena kami telah menerima banyak sekali pertanyaan dari kerabat mereka," kata Chettri.

Menurut Chettri, mekanisme tersebut dapat menjadi saluran koordinasi bagi pihak-pihak yang ingin memperoleh informasi mengenai warga negara asing yang hilang, termasuk kerabat warga negara yang hilang, misi diplomatik, dan organisasi internasional.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal menginstruksikan pejabat dari berbagai divisi kementerian untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah asing. Mereka diminta memberikan informasi terbaru mengenai warga negara asing yang masih hilang akibat banjir.

Kementerian Luar Negeri Nepal juga menginstruksikan misi diplomatiknya di luar negeri agar mencari dukungan keuangan hanya melalui Dana Bantuan Perdana Menteri.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.