Nenek Anies Baswedan, Peserta Kongres Perempuan di Jogja 1928, Mereka Ditakuti Belanda, Ini Penyebabnya
“Menjelang Kongres, Beliau berangkat sbg utusan dari Tegal, bersama para pegiat perempuan lainnya. Mereka sdh siap dgn tiket kereta ke Jogja,” lanjutnya.
Namun, sayang ketika telah sampai di Stasiun mereka dihadang para petugas Belanda, dengan tegas melakukan pelarangan terhadap perjalannya.
“Saat tiba di Stasiun Tegal, mereka dihalau & dilarang naik kereta. Petugas2 Belanda saat itu mencegah para perempuan2 utusan utk bs berangkat ke Kongres Perempuan itu,” melanjutkan.
Para perempuan pejuang tersebut adu argumen dengan para petugas Belanda yang berjaga, tetapi sungguh tidak membuahkan hasil.
“Perempuan2 itu tdk menyerah & tdk pulang ke rumah. Mereka melawan. Mereka menantang. Setelah berdebat & tak juga tembus. Tahukah apa yg mereka lakukan?” sambung Calon Presiden yang diusung Partai Nasdem tersebut.
Tidak ditanggapi dengan perundingan, maka mereka menempuh jalan lain, demi bisanya berangkat ke Jogja untuk mengikuti Kongres Perempuan.
Mereka berbaring di depan rel kereta api yang akan dilewati, tepat di depan lokomotif, berjejer di bawah teriknya matahari.
Mereka tawarkan nyawa, seandainya tidak diperbolehkan berangkat ke Jogja untuk menghadiri kongres.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!