Negarawan atau Politikus

ED
Rabu, 30 November 2022 | 06:04 WIB
Bagikan
Negarawan atau Politikus

Oleh Idat Mustari

MENURUT kamus KBBI, negarawan adalah seorang yang ahli dalam kenegaraan, yakni ahli dalam menjalankan pemerintahan; pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan kedepan atau mengelola masalah negara dengan kebijaksanaan dan kewibawaan; biasanya seorang negarawan adalah merupakan pahlawan besar dan agung. Sedangkan politikus adalah ahli politik; ahli kenegaaraan; orang yang berkecimpung dalam bidang politik. Sekilas seperti tidak ada perbedaan antara arti negarawan dengan politikus.

Kata Yudi latif, Pengamat politik dari Reform Institute, negarawan adalah yang memberikan jiwa raganya untuk negara, sedangkan politikus adalah yang mencari sesuatu untuk jiwa raganya dari negara." Contoh mereka yang bisa disebut negarawan adalah para pendiri bangsa, yang pikiran dan jiwanya ditumpah hanya untuk kepentingan negara. Sedangkan politikus adalah mereka yang aktif di partai politik yang pikiran—jiwanya hanya untuk mengejar kekuasaan untuk kepentingan dirinya, keluarganya atau kelompoknya.

Para negarawan rela melepas jabatannya demi kepentingan yang lebih besar demi keutuhan negaranya. Pikirannya jauh ke depan tak terbatas ruang dan waktu. Politikus akan berusaha mati-matian mempertahankan kursi kekuasaannya. Pikirannya bersumbu pendek, paling lima tahun ke depan.

Negarawan adalah sosok teladan. Kehadirannya laksana seorang’ayah’ yang jiwa dan pikirannya tercurah perhatian untuk istri dan anak-anaknya. Yang mampu merajut titi-tik temu dari berbagai elemen masyarakat yang berbeda dari sisi ideologi partai, golongan, suku, budaya menjadi tatanan masyarakat dan negara yang silih asih, silih asuh, silih asah dan silih wawangi.

Tipikal sosok pemimpin yang berkarakter negarawan memiliki sifat mengayomi dan memikirkan masa depan bangsa untuk menitipkan kecemerlangan pada generasi yang akan datang. Rasulullah saw adalah seorang negarawan yang paling sempurna, sebab yang ada dalam pikiran dan jiwanya hanyalah umatnya. Hingga di akhir hayatnya, hanya satu pertanyaannya ke malaikat Jibril , “bagaimana nasib umatku kelak setelah ketiadaanku?

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.