Negara Turun Tangan di Tengah Lumpur Aceh Tamiang
“Presiden memutuskan penambahan bantuan belanja tidak terduga sebesar Rp 4 miliar untuk setiap kabupaten dan kota terdampak serta Rp 20 miliar untuk pemerintah provinsi,” ujar Tito.
Ia juga menyebut adanya dukungan antardaerah yang telah terkumpul dan disalurkan langsung ke wilayah bencana.
“Dukungan dari daerah-daerah lain hampir mencapai Rp 60 miliar dan langsung disalurkan ke daerah terdampak,” katanya.
Dalam fase tanggap darurat, pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah agar aktivitas masyarakat bisa segera pulih.
“Pembersihan ini nomor satu menurut saya, pembersihan ini dari lumpur-lumpur ini,” ujar Tito.
Ia menekankan agar pembersihan diprioritaskan pada fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, dan perkantoran pemerintahan. Sementara itu, pemerintah daerah diminta segera mendata kerusakan rumah warga secara rinci sebagai dasar penyaluran bantuan dan pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!