Nabati Nusantara Ukir Sejarah di Jogjarockarta: Tenant F&B Pertama yang Hadirkan Edukasi Pangan Nabati di Festival Rock
VISI.NEWS | YOGYAKARTA - Nabati Nusantara–berkolaborasi dengan Simple Plant Kitchen, UMKM kuliner vegan di Bantul–mencetak sejarah baru dalam dunia festival musik Indonesia dengan menjadi tenant Food & Beverage (F&B) pertama yang secara khusus mengusung edukasi tentang kebaikan pangan nabati untuk bumi, keadilan sosial, dan perlindungan hewan di ajang Jogjarockarta Festival 2025 di Stadion Kridosono, akhir pekan kemarin.
Dengan tagline “Loud Music, Loud Impact, Zero Waste” booth edukasi Nabati Nusantara menghadirkan menu 100% whole food plant-based yang dirancang secara kekinian dan inovatif, sekaligus mengedukasi ribuan pengunjung tentang bagaimana pilihan makanan berdampak langsung pada krisis iklim, deforestasi, dan eksploitasi hewan. Seluruh perlengkapan makan yang digunakan berasal dari material ramah lingkungan yang dapat terurai seperti gelas dari pati jagung, piring dari ampas tebu dilapisi daun pisang, dan sendok kayu tanpa plastik. Semua dipilih sebagai bagian dari komitmen nyata untuk mengurangi dampak sampah plastik dari industri festival.
Bandizt, bassist grup musik Shaggydog sekaligus pemilik Simple Plant Kitchen dan co-founder Nabati Nusantara yang juga seorang vegan mengatakan, “Kehadiran booth ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi Jogjarockarta, tetapi juga dalam konteks festival musik berskala besar di Indonesia. Ini juga upaya untuk menjangkau publik musik dengan menghadirkan paradigma baru bahwa musik bisa berjalan seiring dengan gaya hidup yang lebih sadar, berkelanjutan, dan lebih welas asih terhadap hewan. ”
Semua menu yang tersaji di booth pun dibuat tanpa penggunaan minyak sawit, sebagai bentuk sikap tegas terhadap krisis deforestasi di Indonesia yang banyak dipicu oleh ekspansi perkebunan kelapa sawit. Menyoroti bahwa perluasan perkebunan sawit secara masif telah mempersempit hutan hujan tropis, memperparah krisis habitat satwa liar, dan berkontribusi terhadap bencana ekologis seperti banjir besar di Sumatra, Angelina Pane sebagai co-founder dan Direktur Eksekutif Nabati Nusantara berujar tegas, “Kami mengajak publik, termasuk musisi dan penggemar musik, untuk lebih kritis melihat arah kebijakan yang anehnya terus mendorong ekspansi industri sawit di tengah krisis iklim dan ekologis yang semakin nyata, karena semua terdampak!”.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!