Mutasi Letjen Kunto Batal, Isu Campur Tangan Politik Mencuat
Kritik juga datang dari masyarakat sipil. Direktur Imparsial Gufron Mabruri menyayangkan jika pertahanan negara ikut terseret dalam dinamika politik kekuasaan. “Militer dibentuk untuk menjaga kedaulatan, bukan untuk menjadi bagian dari panggung dagelan politik. Ini mengerikan jika benar ada intervensi,” ujarnya tegas.
Terlepas dari bantahan resmi TNI, wacana soal “matahari kembar” kembali ramai diperbincangkan. Publik menyoroti potensi tumpang tindih komando antara pemerintahan lama dan kekuatan politik baru yang tengah bersiap mengambil alih. Situasi ini dikhawatirkan melemahkan soliditas institusi militer.
Pakar militer Connie Rahakundini Bakrie menyarankan agar ke depan TNI benar-benar menjaga netralitas. “TNI harus kuat dan profesional, tak boleh goyah oleh kepentingan sesaat. Apalagi jika menyangkut posisi perwira tinggi, keputusan harus berdasarkan pertimbangan objektif, bukan tekanan politik,” ujarnya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!