MUI Gelar Diskusi Penerapan Masjid Ramah Lingkungan di Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA – Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH & SDA) MUI menyelenggarakan diskusi panel tentang penerapan masjid ramah lingkungan Indonesia.
Kegiatan itu digelar jelang konferensi nasional masjid ramah lingkungan pada bulan November mendatang.
Pembahasan terkait masjid ramah lingkungan sebenarnya bukanlah hal yang baru. Masjid ramah lingkungan sangat erat kaitannya dengan isu perubahan iklim yang terjadi di setiap daerah. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sangat rentan dengan perubahan iklim.
Menurut Ketua LPLH dan SDA MUI, Hayu Prabowo, perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
“Saat ini, bencana yang terjadi di Indonesia telah mencapai 80 persen,” ujar Hayu Prabowo, (19/10/2022), dilansir laman resmi MUI pusat.
Hayu berpendapat, perubahan iklim dapat memberikan dampak dan risiko yang cukup besar, diantaranya adalah kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan, kerusakan ekosistem laut, penurunan kualitas kesehatan hingga kelangkaan pangan.
“DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami penurunan antara 0,1 – 8 cm, di Bandung berkisar 0,1 – 4,3 cm, di Cirebon berkisar 0,28 – 4 cm per tahun, di pekalongan berkisar 2,1 – 11 cm pertahun, di Semarang berkisar 0,9 – 6 cm per tahun, dan di Surabaya berkisar 0,3 – 4,3 per tahun,” imbuhnya.
Menanggapi berbagai perubahan iklim yang terjadi, Ketua LPLH dan SDA MUI mengingatkan bahwa masjid harus siap menghadapinya. Salah satu bentuk kesiapan itu, dengan menjadi masjid yang ramah lingkungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!