Mori Hanafi: Percepat Pembebasan Lahan untuk Proyek Pengendalian Rob di Wilayah Eretan Indramayu
“Kita sering kali sudah menyiapkan anggaran dan perencanaannya matang, tetapi terhambat karena sulitnya pembebasan lahan. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah daerah. Kalau masyarakat tidak mau direlokasi, maka programnya tidak bisa jalan. Dan kalau program tidak jalan, rob akan tetap jalan terus yang rugi masyarakat juga,” ungkapnya.
Mori juga menilai perlunya pendekatan sosial dan komunikasi intensif dengan masyarakat pesisir yang selama ini tinggal di bantaran sungai dan menggantungkan hidupnya pada akses langsung ke laut.
Menurutnya, jarak relokasi yang meski hanya sekitar satu kilometer tetap membutuhkan adaptasi besar bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
“Relokasi harus disosialisasikan sejak dini dan dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi. Pemerintah daerah perlu memberikan kompensasi yang layak, misalnya menyediakan lahan baru atau bahkan membangun rumah bagi warga terdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mori menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana berulang dan memastikan keberlanjutan pembangunan di kawasan pesisir.
“Tujuan akhirnya adalah kepentingan masyarakat Indramayu sendiri. Kalau seluruh program ini berjalan dengan baik, dampak banjir rob bisa dikurangi secara signifikan, dan kehidupan warga pesisir akan jauh lebih aman,” pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!