Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026

Mori Hanafi: Percepat Pembebasan Lahan untuk Proyek Pengendalian Rob di Wilayah Eretan Indramayu

Desi Rossilawati
Selasa, 11 November 2025 | 20:20 WIB
Bagikan
Mori Hanafi: Percepat Pembebasan Lahan untuk Proyek Pengendalian Rob di Wilayah Eretan Indramayu

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menegaskan perlunya komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mempercepat proses pembebasan lahan untuk mendukung proyek penanganan banjir rob di wilayah pesisir Desa Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ia menilai, keberhasilan program pengendalian banjir ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam menuntaskan persoalan sosial dan administrasi lahan.

“Banjir rob di Eretan ini sudah sering terjadi, bahkan tanpa hujan pun air pasang bisa masuk dua kali sehari. Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Mori Hanafi melalui keterangan yang diterima, Selasa (11/11/2025).

Mori menjelaskan, Komisi V DPR RI mendukung penuh langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam upaya menormalisasi kawasan pesisir dan membangun infrastruktur pengendali banjir.

Menurutnya, proyek ini menjadi langkah strategis untuk melindungi warga dari dampak rob yang semakin parah akibat perubahan iklim dan abrasi pantai.

Komisi V mendukung sepenuhnya program ini. Ada anggaran lebih dari Rp460 miliar yang disiapkan untuk tiga tahun anggaran, yakni 2025, 2026, dan 2027. Namun, catatan penting kami adalah soal pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegasnya.

Legislator Partai Nasdem tersebut menyoroti bahwa di banyak daerah, pembebasan lahan justru menjadi faktor penghambat utama dalam pelaksanaan proyek strategis nasional.

Untuk itu, Mori meminta Pemkab Indramayu agar lebih proaktif dan memiliki komitmen kuat dalam mengedukasi masyarakat serta memastikan proses relokasi berjalan lancar dan adil.

“Kita sering kali sudah menyiapkan anggaran dan perencanaannya matang, tetapi terhambat karena sulitnya pembebasan lahan. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah daerah. Kalau masyarakat tidak mau direlokasi, maka programnya tidak bisa jalan. Dan kalau program tidak jalan, rob akan tetap jalan terus yang rugi masyarakat juga,” ungkapnya.

Mori juga menilai perlunya pendekatan sosial dan komunikasi intensif dengan masyarakat pesisir yang selama ini tinggal di bantaran sungai dan menggantungkan hidupnya pada akses langsung ke laut.

Menurutnya, jarak relokasi yang meski hanya sekitar satu kilometer tetap membutuhkan adaptasi besar bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

“Relokasi harus disosialisasikan sejak dini dan dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi. Pemerintah daerah perlu memberikan kompensasi yang layak, misalnya menyediakan lahan baru atau bahkan membangun rumah bagi warga terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mori menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana berulang dan memastikan keberlanjutan pembangunan di kawasan pesisir.

“Tujuan akhirnya adalah kepentingan masyarakat Indramayu sendiri. Kalau seluruh program ini berjalan dengan baik, dampak banjir rob bisa dikurangi secara signifikan, dan kehidupan warga pesisir akan jauh lebih aman,” pungkasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.