Misteri Kematian Sekeluarga Terpecahkan, Anak Jadi Tersangka Utama
Hasilnya menunjukkan temuan zat zinc phosphate di organ tubuh para korban.
“Dari pemeriksaan tersebut, dari item tersebut, seluruh korban yang meninggal, ada tiga orang yang meninggal tersebut, organ yang dikasih kami adalah positif zinc phosphate,” ungkap Azhar.
Zat tersebut dikenal luas sebagai bahan aktif dalam racun tikus.
Penjelasan ilmiah soal dampaknya disampaikan peneliti toksikologi kimia Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budiawan.
“Bahan-bahan ini beracun bagi sel tubuh manusia, dan ditemukan tadi apa yang disampaikan oleh hasil dari pemeriksaan ini, membuktikan bahwa di lambung telah ditemukan zinc phosphate, kemudian juga tentunya memang racun ini akan berubah menjadi phosphane, dan kemudian juga menyebar ke seluruh organ, dan itulah yang dikenal sebagai racun seluler,” jelasnya.
Pemeriksaan forensik juga memastikan tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh para korban.
Dokter forensik RS Polri Sukanto, dr. Mardika, menuturkan, “Kemudian dari pemeriksaan lanjutan kami mengambil sampel yang dikirim ke Labfor, sehingga dari kesimpulan pemeriksaan tiga jenazah tersebut, didapatkan sebuah kematian akibat senyawa kimia, atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh, yang melebihi batas toleransi dalam tubuh dan korban tersebut mati lemas.”
Setelah aspek ilmiah menguat, penyidik mendalami latar belakang hubungan keluarga tersebut. Dari hasil pemeriksaan, terungkap dugaan motif pribadi yang dipendam pelaku.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!