Misi Diplomasi Berakhir Duka: Panglima Militer Libya Tewas dalam Kecelakaan Jet di Turki

ED
Rabu, 24 Desember 2025 | 11:06 WIB
Bagikan
Misi Diplomasi Berakhir Duka: Panglima Militer Libya Tewas dalam Kecelakaan Jet di Turki

VISI.NEWS | BANDUNG Kunjungan resmi militer Libya ke Turki berakhir tragis setelah sebuah jet pribadi yang membawa Panglima Militer Libya Letnan Jenderal Mohammed Al Haddad jatuh tak lama usai lepas landas dari Bandara Esenboga, Ankara, Selasa (23/12) malam waktu setempat. Insiden ini menewaskan Haddad bersama empat pejabat militer senior Libya serta tiga awak pesawat.

Pesawat jenis Falcon 50 tersebut lepas landas sekitar pukul 17.10 GMT untuk penerbangan kembali ke Tripoli. Namun, 42 menit kemudian, kontak dengan pesawat terputus. Otoritas Turki kemudian menemukan reruntuhan pesawat di distrik Haymana, sekitar 74 kilometer dari Ankara. Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya mengonfirmasi lokasi penemuan bangkai pesawat dan menyatakan seluruh penumpang di dalamnya meninggal dunia.

Tragedi ini terjadi hanya beberapa jam setelah Haddad menyelesaikan pertemuan tingkat tinggi dengan Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler dan mitranya Selcuk Bayraktaroglu di Ankara. Pertemuan tersebut diketahui membahas kerja sama pertahanan dan keamanan antara Libya dan Turki, yang selama beberapa tahun terakhir terjalin cukup erat.

Seorang pejabat senior Turki menyebutkan bahwa pesawat mengalami kegagalan sistem kelistrikan tak lama setelah mengudara.

“Pesawat meminta pendaratan darurat sekitar 16 menit setelah lepas landas karena gangguan kelistrikan,” ujarnya.

Permintaan darurat itu dikirimkan di wilayah dekat Haymana, namun komunikasi tidak pernah berhasil dipulihkan.

Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, menjelaskan bahwa awak pesawat telah melaporkan kondisi darurat kepada pengendali lalu lintas udara.

“Awak melaporkan gangguan kelistrikan dan meminta pendaratan darurat, namun pesawat membawa delapan orang dan kemudian hilang dari radar,” tulis Duran melalui akun X.

Pemerintah Libya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Haddad. Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibah menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.

“Dengan duka yang mendalam dan kesedihan yang besar, kami menerima kabar wafatnya Kepala Staf Umum Angkatan Darat Libya, Letnan Jenderal Mohammed Al Haddad,” tulis Dbeibah.

Kesaksian warga setempat menggambarkan dahsyatnya insiden tersebut. Burhan Cicek, warga Haymana, mengatakan mendengar suara ledakan keras sesaat sebelum api terlihat di langit malam.

“Saya mendengar suara ledakan besar. Seperti bom,” katanya kepada AFP.

Menteri Kehakiman Turki Yilmaz Tunc memastikan Kejaksaan Agung Ankara telah membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Sementara itu, Duta Besar Libya untuk Ankara turut mendatangi lokasi kejadian sebagai bagian dari koordinasi antara kedua negara.

Menteri Negara Libya untuk Komunikasi dan Urusan Politik, Walid Ellafi, mengatakan pemerintah Turki segera memberi tahu Tripoli setelah insiden terjadi.

“Kami menerima panggilan dari otoritas Turki segera setelah kejadian, yang melaporkan bahwa kontak dengan pesawat telah hilang,” ujarnya kepada televisi al-Ahrar.

Ia menambahkan, “Seluruh kontak dengan pesawat terputus sekitar setengah jam setelah lepas landas akibat masalah teknis. Kami menunggu hasil penyelidikan Turki.”

Selain Haddad, pesawat tersebut juga membawa penasihat militernya Mohammed Al Assawi, Mayor Jenderal Al Fitouri Ghraibil, Mayor Jenderal Mohammed Jumaa, serta pengawal mereka Mohammed Al Mahjoub. Haddad sendiri menjabat sebagai Kepala Staf Umum Angkatan Darat Libya sejak Agustus 2020 dan dikenal sebagai figur kunci dalam upaya stabilisasi militer Libya pascakonflik.

Kepergian mendadak Haddad diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap dinamika militer dan politik Libya, sekaligus menjadi kehilangan signifikan dalam hubungan pertahanan Libya–Turki. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.