Minneapolis Terhenti Usai Penembakan Ibu oleh Agen ICE, Ketakutan dan Protes Meluas

ED
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:09 WIB
Bagikan
Minneapolis Terhenti Usai Penembakan Ibu oleh Agen ICE, Ketakutan dan Protes Meluas

VISI.NEWS | BANDUNG Aktivitas publik di Kota Minneapolis nyaris terhenti setelah kematian seorang ibu warga negara Amerika Serikat, Renee Nicole Good (37), yang ditembak agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Insiden yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) itu tidak hanya memicu bentrokan antara massa dan aparat, tetapi juga menimbulkan ketakutan luas di tengah masyarakat, termasuk warga yang memiliki status kewarganegaraan sah.

Sehari setelah penembakan, gelombang demonstrasi semakin membesar dan menjalar ke sejumlah titik strategis kota. Pemerintah setempat memutuskan menutup sekolah-sekolah pada Kamis dan Jumat (9/1/2026) demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik, menyusul situasi keamanan yang belum kondusif.

Penembakan bermula saat agen ICE mendekati mobil SUV Honda yang dikendarai Good. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, seorang agen bertopeng terlihat mencoba membuka pintu kendaraan sebelum petugas lain yang berdiri di dekat bemper depan melepaskan tiga tembakan ke arah mobil. Kendaraan korban kemudian melaju tanpa kendali dan menabrak deretan mobil yang terparkir. Kepolisian menyatakan Good bukan target operasi imigrasi dan hanya dicurigai menghalangi arus lalu lintas.

Pemerintah federal dengan cepat membela tindakan aparat. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri dan menuding korban terafiliasi dengan kelompok politik tertentu. “Dia adalah bagian dari jaringan sayap kiri yang lebih luas untuk menyerang, membongkar identitas, melakukan penyerangan, dan membuat petugas ICE kami tidak dapat melakukan pekerjaan mereka,” ujar Vance pada Kamis (8/1/2026). Ia juga memastikan penyelidikan federal tidak akan melibatkan otoritas negara bagian. “Gagasan bahwa ini tidak dibenarkan adalah absurd,” katanya.

Senada dengan itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut aparat penegak hukum saat ini menghadapi serangan yang terorganisir. Presiden Donald Trump turut menanggapi insiden tersebut dengan menyampaikan keprihatinan, meski tetap menyinggung tindakan warga saat bentrokan berlangsung. “Saya tidak ingin melihat siapa pun tertembak. Saya tidak ingin melihat siapa pun berteriak dan mencoba menabrak polisi,” kata Trump kepada New York Times.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.