MIND ID Targetkan Emisi Turun 15,5 Persen Meski Energi Meningkat
Salah satu produksi dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID./visi.news/MIND ID.
Penguatan dekarbonisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. PT Indonesia Chemical Alumina menerapkan co-firing biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara yang mampu menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e.
Adapun PT Timah Tbk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.
Selain pengurangan emisi secara langsung, MIND ID juga mengembangkan skema carbon offset melalui proyek berbasis alam (nature-based solutions), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon.
Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah dekarbonisasi yang dilakukan MIND ID layak diapresiasi karena mencakup penguatan bauran energi terbarukan hingga peningkatan efisiensi operasional.
"Hari ini, apa yang dilakukan oleh MIND ID menurut saya perlu diapresiasi dalam tiga konteks, yaitu mitigasi, adaptasi, dan efisiensi. Mereka meningkatkan bauran energi terbarukan sebagai bagian dari mitigasi. Selain itu, mereka juga mendorong efisiensi," kata Eddy dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/7/2026).
Menurut Eddy, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah penting, terutama bagi industri pengolahan dan pemurnian mineral yang memiliki tingkat emisi tinggi.
"Saya kira sangat positif. Pemanfaatan EBT sangat penting, terutama di sektor-sektor yang memiliki tingkat emisi karbon tinggi, seperti smelter. Smelter termasuk kategori hard-to-abate industries, yaitu industri yang memang sulit menurunkan emisi karbonnya," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!