MIND ID Targetkan Emisi Turun 15,5 Persen Meski Energi Meningkat

Desi Rossilawati
Jumat, 3 Juli 2026 | 10:48 WIB
Bagikan
MIND ID Targetkan Emisi Turun 15,5 Persen Meski Energi Meningkat

Salah satu produksi dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID./visi.news/MIND ID.

VISI.NEWS - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkuat upaya dekarbonisasi di tengah percepatan program hilirisasi mineral nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), serta konversi menuju energi rendah karbon agar ekspansi industri tetap sejalan dengan target keberlanjutan.

Di tengah pengembangan berbagai proyek hilirisasi, MIND ID menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 15,5 persen atau sekitar 2 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada 2030. Target tersebut ditetapkan meski kebutuhan energi operasional grup diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun mendatang.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, kebutuhan energi Grup MIND ID akan meningkat dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030 atau naik lebih dari 90 persen. Tanpa intervensi, emisi GRK diperkirakan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e pada periode yang sama.

Peningkatan kebutuhan energi tersebut seiring dengan pengembangan sejumlah proyek strategis, antara lain pembukaan tambang baru di Kalimantan, pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, ekspansi fasilitas aluminium, pembangunan smelter, hingga proyek penambangan bawah laut.

Untuk menekan emisi, MIND ID menerapkan sejumlah strategi dekarbonisasi. Langkah tersebut meliputi peningkatan penggunaan biodiesel dari B35 menuju B40, konversi bahan bakar High Speed Diesel (HSD) menjadi liquefied natural gas (LNG), serta optimalisasi pemanfaatan listrik dari jaringan PLN.

Di tingkat operasional, PT Bukit Asam Tbk telah mengoperasikan Bucket Wheel Excavator (BWE) pada kegiatan coal handling di Unit Pertambangan Tanjung Enim sebagai pengganti dump truck berbahan bakar fosil. Inisiatif tersebut diklaim mampu menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e setiap tahun.

Sementara itu, PT Indonesia Asahan Aluminium melakukan konversi bahan bakar dari HSD ke LNG pada fasilitas baking plant. Langkah tersebut menghasilkan penurunan emisi sekitar 3.700 ton CO2e sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional.

Penguatan dekarbonisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. PT Indonesia Chemical Alumina menerapkan co-firing biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara yang mampu menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e.

Adapun PT Timah Tbk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.

Selain pengurangan emisi secara langsung, MIND ID juga mengembangkan skema carbon offset melalui proyek berbasis alam (nature-based solutions), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon.

Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah dekarbonisasi yang dilakukan MIND ID layak diapresiasi karena mencakup penguatan bauran energi terbarukan hingga peningkatan efisiensi operasional.

"Hari ini, apa yang dilakukan oleh MIND ID menurut saya perlu diapresiasi dalam tiga konteks, yaitu mitigasi, adaptasi, dan efisiensi. Mereka meningkatkan bauran energi terbarukan sebagai bagian dari mitigasi. Selain itu, mereka juga mendorong efisiensi," kata Eddy dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/7/2026).

Menurut Eddy, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah penting, terutama bagi industri pengolahan dan pemurnian mineral yang memiliki tingkat emisi tinggi.

"Saya kira sangat positif. Pemanfaatan EBT sangat penting, terutama di sektor-sektor yang memiliki tingkat emisi karbon tinggi, seperti smelter. Smelter termasuk kategori hard-to-abate industries, yaitu industri yang memang sulit menurunkan emisi karbonnya," ujarnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.