Mewujudkan Manajemen Risiko "Attack Surface", Trend Micro Mengadakan Tur Dunia "Risk to Resilience"
- Pemimpin keamanan siber ini menjangkau basis pelanggan yang paling beraneka ragam dari sisi wilayah di industri guna membangun daya tahan dari ancaman siber.
VISI.NEWS | SINGAPURA - Trend Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), pemimpin keamanan siber global, mengadakan tur dunia Risk to Resilience ke berbagai kota di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara. Tur dunia ini akan menghadirkan perspektif baru dan pendekatan penting bagi berbagai perusahaan yang ingin mencapai daya tahan siber jangka panjang dengan pendekatan proaktif yang berbasiskan risiko dalam keamanan siber. Di Asia Tenggara sendiri, tur dunia ini telah merambah Singapura, Filipina, dan Vietnam dengan sambutan positif dari para peserta.
Acara ini menampilkan diskusi mendalam yang melibatkan pakar dan analis industri untuk berbagi pandangan dan keahliannya. Lewat diskusi ini, peserta mempelajari kompleksitas manajemen risiko keamanan siber dan mengelola strategi efektif untuk memitigasi risiko.
https://www.youtube.com/embed/l8ZoOVBtH2gMelalui acara ini, para peserta yang hadir disuguhi sejumlah perspektif dan langkah-langkah untuk:
- Meningkatkan postur risiko.
- Mempercepat daya tahan bisnis.
- Mengambil keputusan proaktif yang berbasiskan risiko.
- Belajar dari kisah sukses di dunia nyata.
- Mengatasi kesenjangan keahlian dengan perangkat intuitif dan otomatisasi alur kerja
- Meningkatkan visibilitas, menghemat biaya, meningkatkan kinerja keamanan, serta mempermudah aspek kepatuhan lewat konsolidasi.
Dhanya Thakkar, Senior Vice President, Global Marketing & AMEA Sales, berkata "Attack surfaces semakin merambah Asia Pasifik dan dunia sehingga meningkatkan risiko siber yang dihadapi berbagai perusahaan dari segala skala usaha. Bahkan, 61% peserta yang disurvei dalam acara di Singapura, Vietnam, dan Filipina menambahkan cakupan attack surface sebagai prioritas utama dalam keamanan siber tahun ini. Meski demikian, banyak eksekutif belum benar-benar memahami sarana yang dibutuhkan tim keamanan siber untuk mempelajari dan memitigasi titik-titik kerentanan. Tur dunia 'Risk to Resilience' ingin membantu para pemimpin TI di seluruh wilayah dalam memahami risiko, berkomunikasi dengan eksekutif, serta meningkatkan daya tahan."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!