Menyusuri Jejak Anjuk Ladang, Menemukan Ruh Sejarah Kabupaten Nganjuk
Para ahli sejarah menafsirkan kata Anjuk sebagai “tinggi” atau “kemenangan yang gemilang”, sedangkan Ladang berarti tanah atau daratan. Karena itu, Anjuk Ladang sering dimaknai sebagai ‘Tanah Kemenangan’, sebuah filosofi yang hingga kini masih melekat dalam identitas Kabupaten Nganjuk.
Candi Lor, Saksi Bisu Kelahiran Nganjuk
Dalam perjalanan Gowes Sejarah, salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah Candi Lor, situs bersejarah yang diyakini menjadi simbol lahirnya Kabupaten Nganjuk. Candi berbahan bata merah tersebut didirikan pada masa Mpu Sindok sebagai penanda kemenangan sekaligus penghormatan kepada masyarakat Anjuk Ladang.
Meski kondisinya kini tidak lagi utuh, Candi Lor tetap menjadi situs penting yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Di kawasan inilah dahulu ditemukan Prasasti Anjuk Ladang yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta untuk kepentingan pelestarian dan penelitian.
“Ketika berdiri di Candi Lor, kita seperti diajak menembus waktu. Di tempat inilah sejarah Nganjuk bermula, dan dari sini kita bisa memahami bagaimana sebuah daerah lahir dari perjuangan, penghargaan, serta peradaban yang maju pada masanya,” tutur Edi.
Jejak Mpu Sindok di Tanah Nganjuk
Sejarah Nganjuk juga erat kaitannya dengan Raja Mpu Sindok, pendiri Wangsa Isyana dan tokoh penting dalam sejarah Jawa Timur. Setelah memindahkan pusat Kerajaan Medang dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, Mpu Sindok membangun berbagai pusat pemerintahan dan keagamaan yang memperkuat peradaban di kawasan timur Pulau Jawa.
Dalam konteks itu, Anjuk Ladang menjadi wilayah strategis yang memiliki arti penting secara militer maupun administratif. Penetapan daerah tersebut sebagai wilayah sima menunjukkan tingginya penghargaan kerajaan terhadap kontribusi masyarakat setempat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!