Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Menteri Meutya Hafid Ungkap Kaum Perempuan Jadi Korban Penipuan Digital Terbanyak, Kementerian Fokus pada Literasi Digital

Desi Rossilawati
Sabtu, 23 November 2024 | 06:30 WIB
Bagikan
Menteri Meutya Hafid Ungkap Kaum Perempuan Jadi Korban Penipuan Digital Terbanyak, Kementerian Fokus pada Literasi Digital
VISI.NEWS | JAKARTA - Penipuan di dunia digital semakin marak dengan berbagai modus yang berkembang. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa kelompok yang paling banyak menjadi korban penipuan digital adalah perempuan. Penipuan tersebut mencakup berbagai kasus, mulai dari transaksi keuangan hingga kasus yang lebih kompleks seperti deepfake. "Kemudian untuk korban deepfake, misalnya, itu rata-rata juga badannya perempuan, wajahnya perempuan yang kemudian dibuat deepfake, sehingga akhirnya cenderung mengarah pornografi," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Senin (18/11/2024). "Jadi segala lini, baik itu transaksi keuangan, pornografi, itu banyak sekali korbannya perempuan di dunia maya," tuturnya. Menanggapi hal ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi juga menekankan pentingnya literasi media sosial yang bijak bagi perempuan dan anak-anak. Menurutnya, kementeriannya berfokus pada upaya mengurangi jumlah korban penipuan, dengan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang lebih aman. Komunikasi juga dilakukan dengan Kementerian Komdigi. Dalam hal ini terkait memaksimalkan penanganan soal masalah tersebut. "Selama ini sudah ada, tetapi nanti mungkin kita maksimalkan dan kita basic-nya adalah di desa," ujar Arifah. Selain itu, Kementerian PPPA akan meluncurkan program "Ruang Bersama Merah Putih," yang berisi data tentang kondisi perempuan dan anak di setiap wilayah. Kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait diharapkan dapat menciptakan komunitas yang saling menguatkan dan mencegah berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta penipuan digital yang semakin marak. "Kolaborasi antar lembaga ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak-anak," pungkas Arifah. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.