Mentan: Harga Beras Turun Jadi Rp 12.000/kg
Guna mengintervensi harga gabah yang diklaim anjlok, Presiden Prabowo Subianto meminta Perum Bulog untuk menyerap 3 juta ton setara beras selama panen raya. Hal ini dikatakan Amran usai rapat koordinasi bersama Badan Pangan Nasional Perum Bulog dan Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (PERPADI).
"Kita sudah sepakat menyerap beras sampai April 2025 itu 3 juta ton, sebagaimana arahan Bapak Presiden sebelum bertolak ke India. Dan kita tindak lanjutnya hari ini, sudah sepakat," kata Amran.
Amran meminta penyerapan yang cukup besar itu karena prediksinya produksi padi akan surplus mencapai 4 juta ton. Untuk itu penyerapan perlu dilakukan agar harga gabah kering panen (GKP) tidak anjlok.
"Surplus kita antara produksi dengan kebutuhan, sampai dengan bulan Maret 2,9 juta ton, sampai dengan April 4 juta ton. Kita harap bisa diserap 3 juta ton sampai April. Ini kita sudah sepakati semua, mulai Perpadi, Bulog, Kementerian Pertanian, ada dari Kepolisian yang mengawal, TNI juga ikut mengawal," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono mengatakan pihaknya akan mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 16 triliun dalam rangka penyerapan 3 juta ton setara beras.
"Anggaranya dari APBN sudah putuskan dari Bapak Presiden, stand by dana kita Rp 16 triliun. Cukup untuk penyerapan 3 jutaan," ungkap Wahyu. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!