CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026

Menlu Sugiono Jawab Legislator NasDem soal Dampak Indonesia Gabung BRICS

Desi Rossilawati
Senin, 2 Desember 2024 | 15:30 WIB
Bagikan
Menlu Sugiono Jawab Legislator NasDem soal Dampak Indonesia Gabung BRICS

Sugiono menyebutkan antara Putin dan Prabowo bahkan saling melempar candaan penyelenggaraan KTT BRICS untuk dimundurkan atau dimajukan. Menurut dia, suasana Indonesia dengan negara yang tergabung dalam BRICS bagus.

"Bahkan dalam bercandaan keduanya waktu itu disampaikan kalau misalkan bisa boleh nggak KTT-nya dimundurin setelah tanggal 22, waktu itu kalau saya tidak salah, yang juga dibalas oleh Presiden Putin 'Bagaimana kalau kita majukan jadi 17 Oktober'," ungkapnya.

"Sebenarnya suasana dan chemistry-nya sangat bagus. Jadi tidak ada sesuatu yang sifatnya kita menganggap ini tidak penting kemudian Presiden mengirimkan utusan khusus dan saya kira saya juga perlu menyampaikan bahwa ada mekanisme dari satu negara untuk diterima menjadi anggota BRICS," tambahnya.

Sugiono lantas menjelaskan tahapan menjadi anggota BRICS dimulai dengan ketertarikan suatu negara terhadap aliansi itu. Anggota BRICS kemudian mendiskusikan diterima atau tidaknya negara tersebut.

"Memang pada saat KTT BRICS di Kazan ada sesuatu yang sedikit berbeda bahwa ada yang disebut dengan istilah partner. Ada 13 partner countries yang waktu itu sebelumnya belum pernah ada, namun saya dapat sampaikan di sini bahwa excitement untuk menerima Indonesia itu ada dan saya kira cukup besar," tegasnya.

Ia menyebut anggota pencetus BRICS menyambut Indonesia dengan sukacita. Sugiono bahkan sempat berbincang dengan Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov bahwa Indonesia akan dipercepat proses bergabung dengan BRICS.

"Tapi pada saat kita menyampaikan intensi kita untuk bergabung dengan BRICS, original member, ini semuanya menyambut baik bahkan saya juga sempat berbincang dengan Presiden Putin waktu itu dan Menteri Luar Negeri Lavrov bahwa mereka akan membantu," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR F-NasDem, Amelia Anggraini, sebelumnya bertanya ke Sugiono terkait rencana Indonesia bergabung ke aliansi BRICS. Amelia bertanya ke Sugiono apa dampak jangka panjang RI bergabung dengan BRICS.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.