Menko PMK Muhadjir Effendy: Target Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem pada 2024 Sulit Tercapai
Suprayoga menambahkan bahwa tren penurunan kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir tidak terlalu besar. Sebagai contoh, kemiskinan ekstrem turun dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,12 persen pada tahun 2023. Sementara itu, pemerintah hanya memiliki waktu kurang dari satu tahun untuk menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen. "Target kita yang lebih optimis antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen) yang realistis, tapi kalau yang benar-benar optimis sekitar 0,3 (persen)," ujar Suprayoga. Upaya mencapai target tersebut akan melibatkan pelaku dan mitra non-pemerintah, serta mengatasi potensi kenaikan tingkat kemiskinan nasional akibat inflasi.
Isu kemiskinan ekstrem ini tidak boleh dianggap sepele, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah bersama berbagai pihak terkait terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan mencapai target yang lebih realistis demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
@shintadewip
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!