Menjelang Ramadhan, Desa-Desa di Aceh Tengah Masih Gelap: Warga Jalan Kaki Dua Hari demi Bertahan Hidup

ED
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:04 WIB
Bagikan
Menjelang Ramadhan, Desa-Desa di Aceh Tengah Masih Gelap: Warga Jalan Kaki Dua Hari demi Bertahan Hidup

Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, yang turut mengawal distribusi bantuan, menegaskan kondisi penyintas masih sangat rentan.

“Kondisi ini masih sangat rentan bagi penyintas meskipun mereka terdampak secara tidak langsung. Meskipun menjadi tantangan dalam perjalanan mendistribusikan bantuan, namun ini adalah upaya DMC Dompet Dhuafa dalam respons darurat dan membersamai para penyintas. Apalagi Ramadan sudah di depan mata,” ujarnya.

Selain bantuan darurat, fase pemulihan juga mulai dijalankan. DMC membangun pipanisasi sepanjang 2.000 meter di Desa Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, serta mendirikan rumah sementara di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang. Namun, bagi warga di pedalaman Aceh Tengah, kebutuhan dasar seperti listrik, akses jalan, air bersih, dan fasilitas kesehatan masih menjadi persoalan utama.

Sebelumnya, dari 16 daerah terdampak banjir bandang di Aceh, kerusakan terparah tercatat di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Meski masa tanggap darurat telah diperpanjang, distribusi logistik belum merata, terutama di wilayah terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Mayoritas pengungsi masih bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun secara swadaya, tanpa sanitasi dan akses air bersih memadai. Fasilitas kesehatan pun masih terpusat di kawasan perkotaan. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Riswandi, menilai situasi tersebut memprihatinkan.

“Ini cukup memprihatikan, bagaimana mereka bisa bertahan dengan keterbatasan hampir satu bulan,” ujarnya dalam sebuah webinar, Selasa (23/12/2025).

Kini, ketika sebagian masyarakat Indonesia mulai bersiap menyambut Ramadhan dengan suka cita, warga di pedalaman Aceh Tengah justru menyambutnya dalam gelap—secara harfiah dan situasional. Bagi mereka, Ramadhan tahun ini bukan soal tradisi atau hidangan berbuka, melainkan tentang bertahan hidup di tengah keterbatasan yang belum juga usai. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.